Breaking News:

Hari Guru

KISAH Guru Cantik di Pekanbaru, Sering Dirayu Siswa dan Hadapi Siswa Caper

Kisah guru cantik di Pekanbaru, sering dirayu siswa, siswa tanya soal hal pribadi, dan trik para guru cantik ini menghadapi siswa yang caper

Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Instagram/yochalussyana
KISAH Guru Cantik di Pekanbaru, Sering Dirayu Siswa dan Hadapi Siswa Caper 

Fenomena lainnya yang dihadapi Ninna adalah tantangan menjadi guru muda.

Sebagai guru muda ia harus sabar, karena dalam proses kegiatan belajar semua siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, dan ia harus bisa sabar dan melakukan pendekatan dengan setiap karakter yang berbeda tersebut.

Baca: Xiaomi Sesumbar Jual Mi Mix 3 dengan Teknologi 5G Tahun Depan, Salip Samsung, Huawei dan OnePlus?

Baca: 450 Porsi Mie Ayam dan Bakso Fajar Ludes di Acara Pengantar Tugas Bupati dan Wabup Inhil

Perkembangan teknologi kadang membuat siswa sibuk dengan smartphone, sehingga terkadang malas dalam belajar. Sebagai guru ia harus bisa mengarahkannya.

"Saya suka dengan anak-anak. Jadi saya enjoy saja dalam proses belajar dan pastinya dengan lingkungan sekolah. Saya juga juga harus akrab dengan internet untuk kebutuhan mengajar. Bagi saya, ilmu itu bukan hanya di satu buku tetapi banyak ilmu yang bisa diambil dari mana saja, satu di antaranya dari internet," jelas Ninna.

Tanggapi Rayuan dengan Gurauan

Sebagai guru muda dan cantik, mengajar pula di sekolah menengah atas, membuat guru muda harus menghadapi hal.

Mulai dari rayuan siswa hingga tantangan menjadi guru profesional dan melek teknologi.

Seorang guru muda dan cantik, Risna (ig: @risnawati_21) pernah dirayu siswanya, walau ia tak pernah membayangkan akan digoda oleh siswa.

"Dirayu sudah pasti karena umur saya yang masih muda, apalagi saya belum nikah. Membayangkan bakal digodain siswa saya tak pernah. Kalau digoda, saya bawa bergurau saja, kalau dibl kelas bisa bikin suasana kelas lebih menyenangkan," ungkap Risna.

Sejalan dengan itu, bagi Risna, tantangan menjadi guru muda adalah harus memiliki kesabaran dan komitmen yang tinggi dalam membangun image di depan siswa.

Baca: Sempat Hilang Selama 3 Tahun, Gaji Honorer dan Tambahan Penghasilan PNS di Siak Ada Lagi

Baca: Hasil Babak Pertama Napoli Vs Chievo 0-0, Napoli Gagal Maksimalkan Peluang Kemenangan

Hal ini agar siswa tidak menyepelehkan guru muda, karena sisqa beranggapan guru muda bisa dibandingkan dengan umur mereka.

"Namun, menjadi guru muda itu juga asik, karena siswa bisa bergaul dengan saya. Siswa menganggap saya seperti teman ataupun sahabat atau kakak mereka. Jadi, siswa tidak sungkan untuk curhat dan menjadikan saya sebagai sahabat. Ini terjadi karena siswa berfikir saya pernah mengalami masalah seperti mereka dan mereka tak segan buat minta pendapat atau saran kepada saya," jelas Risna.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kata Risna, ia juga sering bahkan setiap hari menggunakan internet.

Internet sudah menjadi kebutuhan, karena kadang siswa tidak terlalu suka membaca buku atau punya buku, dan anak SMA sekarang ada tugas pasti langsung cari di internet.

Ia sebagai guru juga tak boleh ketinggalan zaman karena penggunaan internet zaman sekarang sudah lumrah.

"Saya menggunakan internet untuk mendapatkan referensi mengajar. Ketika buku tak ada, maka saya menjelaskan materi kepada siswa melalui smartphone. Kadang saya mengajar juga saya selingi dengan penampilan video atau gambar menggunakan proyektor," tutur Risna. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved