Misteri Jasad Manusia di Perairan Bengkalis. Lima Fakta Jadi Pembuka Tabir
Misteri 10 jasad manusia yang mengapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan Bengkalis dan Meranti mulai terbuka.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Misteri 10 jasad manusia yang mengapung di perairan Selat Malaka, tepatnya di perairan Bengkalis dan Meranti mulai terkuak. 4 jenazah telah diidentifikasi oleh Disaster Victim Investigation (DVI) Polres Bengkalis dan Inafis Polda Riau.
Sementara itu, enam jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Riau. Keadaan jasad yang sudah rusak, membuat petugas kesulitan melacak identitas korban.
Beberapa keluarga korban mulai mengambil jenazah untuk dimakamkan. Beberapa kesaksian terkait para korban pun mulai terungkap. Inilah awal pembuka tabir pembuka misteri itu.
Berikut ini sejumlah fakta baru penemuan jasad di perairan Selat Malaka:
1. Melacak identitas beberapa korban melalui sidik jari
"Kami bekerja sama dengan Tim Inafis Polda Riau untuk melakukan identifikasi, karena ada korban yang masih bisa dilakukan sidik jari," kata Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau Kombes Pol Adang Azhar, seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari Kompas.com, Jumat (7/12/2018).
Adang berharap, jenazah yang bisa dilakukan sidik jari ini dapat segera diketahui identitasnya.
Sementara itu, kondisi jasad mamang sebagian besar sudah rusak karena terlalu lama mengapung di laut.
"Ada yang sudah terhitung 21 hari korban meninggal. Semakin hari akan sulit diidentifikasi. Tapi, kami bersyukur, (korban) masih bisa ditemukan. Sehingga, kami terus berupaya mencari identitasnya dengan melakukan tes DNA," kata Adang.
2. Data 4 jasad yang telah teridentifikasi
Empat dari sebelas jenazah yang ditemukan di Perairan Selat Malaka, Bengkalis, Riau, sudah ditemukan identitasnya.
Mereka adalah jenazah atas nama Mimi Dewi, Ujang Chaniago, Marian Suhadi, dan Faisal Ardiyanto.
Keempatnya sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara masih ada enam jenazah lagi yang belum diketahui identitasnya.
"Namun demikian, dari 11 jenazah yang ditemukan, sudah ada 11 warga yang merasa kehilangan anggota keluarga datang melapor ke kita. Saat ini kami masih mencocokkan data properties, medis serta antemortem dan postmortem," tambah Adang.
3. Kontak terakhir, Marian Suhadi mengaku sakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/evakuasi-mayat-yang-mengapung-di-kawasan-perairan-selat-malaka-di-kabupaten-bengkalis.jpg)