Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Link Live Streaming Trans7 Mata Najwa PSSI Bisa Apa Jilid 2, Malam Ini Pukul 20.00 WIB

Link live straming Trans7 mata najwa, Rabu 19 Desember 2018, mengangkat tema bertema PSSI Bisa Apa Jilid 2.

Editor: Muhammad Ridho
twitter @matanajwa
Ilustrasi - Mata Najwa Trans7 Malam Ini Mulai Pukul 20.00 WIB 

Akun Instagram terverifikasi Mata Najwa, @matanajwa, pun telah mengunggah poster acara tersebut.

Unggahan tersebut disertai sejumlah keterangan.

"Berakhirnya musim kompetisi 2018 tak hanya meninggalkan siapa yang juara dan siapa yang turun kasta, namun juga persoalan yang masih menumpuk terutama skandal pengaturan skor."

"Kejanggalan demi kejanggalan soal skandal pengaturan skor yang menyeret sejumlah pihak mulai dari pemain, ofisial pertandingan, hingga federasi satu per satu mulai terbuka."

"Jika liganya penuh manipulasi, bagaimana Garuda bisa berprestasi? Langkah konkret seperti apakah untuk memberangus para mafia yang mengotori lapangan hijau?"

"#MataNajwa kembali menghadirkan "PSSI Bisa Apa", karena sepak bola urusan kita bersama, sudah seharusnya kita satu suara melawan mafia bola," tulis akun @matanajwa.

Tautan atau link live streaming Mata Najwa edisi Rabu, 19 Desember 2018, bertema PSSI Bisa Apa Jilid 2 bisa dilihat di atas.

Rahmad Darmawan Pernah Ditawari Miliaran Rupiah

Setelah terbongkar di acara Mata Najwa Trans7, pengakuan demi pengakuan mengenai match fixing atau pengaturan skor mulai bermunculan.

Dilansir BolaSport.com, pernyataan terbaru mengenai pengaturan skor disampaikan Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan.

Pelatih asal Lampung itu mengaku bahwa ia sempat ditawarkan untuk melakukan pengaturan skor atau match fixing, ketika menangani Sriwijaya FC pada tahun 2009.

Rahmad Darmawan menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat Sriwijaya FC melakoni pertandingan melawan klub asal China, Shandong Luneng, pada laga penyisihan Grup F Liga Champions Asia di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 20 Mei 2009.

Sebelum pertandingan, Rahmad Darmawan menerima telepon dari sosok yang tidak dikenal olehnya.

“Pernah satu kali saat saya masih di Sriwijaya FC dan melawan Shandong Luneng di Palembang,” kata RD. 

“Waktu itu kami memang sedang telat gajian setengah bulan dan mereka menawarkan membayar uang senilai tunggakan gaji itu sekitar Rp 1,5 miliar,” kata RD menambahkan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved