1.100 Karyawan di PHK, Google dan Facebook Dianggap Penyebab Lesunya Industri Media Online Buzzfeed
CEO Buzfeed Jonah Paretti memaparkan setidaknya akan memangkas 15 persen pekerjanya, setara dengan 250 pekerjaan
Buzzfeed dan Huffington Post PHK Ribuan Karyawan, Industri Media Online Lesu?"
TRIBUNPEKANBARU.COM - Perusahaan media digital Buzzfeed dan Huffington Post tengah menghadapi masa-masa sulit.
Dikutip dari The Guardian, founder sekaligus CEO Buzfeed Jonah Paretti dalam sebuah surat bertajuk 'Difficult Changes' memaparkan setidaknya akan memangkas 15 persen pekerjanya, setara dengan 250 pekerjaan, atau sama dengan 1.100 karyawannya di seluruh dunia.
Perusahaan media yang dianggap sebagai masa depan jurnalisme dunia tersebut tengah mengalami pertumbuhan pendapatan tahun lalu setelah sempat merugi di 2017.
Baca: INFO PENTING SNMPTN 2019: Pendaftaran 4 Februari 2019 Hingga Ditutupnya Pengsisian PDSS
Baca: VIDEO: Mobil Honda CRV Terjun Bebas ke Jurang Lintas Riau-Sumbar, Pengendara Dihimbau Waspada
Baca: Produk Penjaminan KPR FLPP Jamkrindo Pekanbaru Capai Angka Rp 1,5 Triliun dalam 3 Tahun Terakhir
Dalam surat tersebut dia menyebutkan, dengan mengurangi pengeluaran Buzzfeed bisa berkembang dan mengendalikan nasibnya sendiri tanpa melakukan penggalangan dana yang lebih besar.
Pada saat yang sama, perusahaan induk Huffington Post, Verizon, juga akan memangkas 7 persen pegawainya atau setara dengan 800 pekerja dari anak usaha medianya yang terdiri dari Huffington Post, Yahoo, dan AOL.
Sinyal lainnya yang menunjukkan lesunya industri media digital juga ditunjukkan oleh Warner Media yang akan menutup perusahaan investasi digitalnya, Warner Media Investments.
Dikutip dari Huffington Post, industri media digital memandang duopoly Google dan Facebook yang merajai dunia iklan online lah yang menyebabkan lesunya dunia industri media digital.
Perusahaan media Amerika Serikat yang membawahi media lokal setempat, Gannett, juga harus memangkas ratusan karyawan redaksinya, mulai dari The Arizona Republic, the Coloradoan, dan The Record di New Jersey.
Setidaknya 400 orang telah terkena dampak dari PHK tersebut.
Sebelumnya, di 2018, beberapa media seperti Refinery29 telah memberhentikan 40 karyawannya, dan Super Deluxe juga mengumumkan kebangkrutannya.
Di November tahun lalu, Mic.com bahkan telah merumahkan mayoritas pegawainya.
Baca: Terima Laporan Hasil Evaluasi SAKIP, Kinerja Pemkab Siak Masih Terbaik di Riau
Baca: Wacana Penggajian Kades setara ASN Golongan II, Plt Kadis PMD Inhu Sebut Masih Tunggu Regulasi
Para pakar media memandang, jumlah staff karyawan industri media akan terus menyusut sebelum akhirnya beberapa perusahaan harus tutup.
"Saya pikir kita berada dalam masa yang menakutkan," ujar Dekan di Newhouse School.
"Kita akan melihat banyak konsolidasi dan pemangkasan pekerja, dan di fase berikutnya adalah penutupan," ujar dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buzzfeed dan Huffington Post PHK Ribuan Karyawan, Industri Media Online Lesu?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-phk-dipecat_20150726_175441.jpg)