Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dilahirkan tanpa Persetujuan Dirinya, Pemuda 27 Tahun Tuntut Ayah Ibunya

Yang menarik, gerakan anti kelahiran di India ini terdiri dari sebagian besar orang-orang berpendidikan tinggi, kelas atas atau menengah.

TRIBUN MEDAN/Facebook/Nihilanand)
Raphael Samuel tuntut ayah dan ibunya karena telah melahirkan dirinya ke dunia tanpa persetujuannya. 

Dan setiap anak juga perlu meminta penjelasan kepada orangtua masing-masing, mengapa kamu dilahirkan," kata Samuel.

Meskipun jumlahnya masih sedikit, gerakan anti-natalis India tumbuh dengan stabil.

Ia bahkan berencana untuk mendirikan organisasi tingkat nasional, yang bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang hak kebebasan hidup seorang anak.

Baca: Sanjungan Pep Guardiola pada Unai Emery Jelang Laga Liga Inggris Manchester City vs Arsenal 

Baca: Akhirnya! Atiqah Hasiholan Angkat Bicara Soal Kasus Ibunya, Ratna Sarumpaet

"Ini adalah gerakan sukarela, tanpa kekerasan," kata Pratima Naik, lulusan teknik berusia 28 tahun dan salah satu pemimpin gerakan anti-natalis.

"Kami tidak ingin memaksakan kepercayaan kami kepada siapa pun, tetapi lebih banyak orang perlu mempertimbangkan bahwa memiliki anak di dunia saat ini bukan pilihan yang benar."

Yang menarik, gerakan anti kelahiran di India ini terdiri dari sebagian besar orang-orang berpendidikan tinggi, kelas atas atau menengah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved