Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Atap Rumah Warga Beterbangan, Puting Beliung Rusak 13 Rumah Warga di Bener Meriah, Aceh

Hujan deras disertai angin kencang juga membuat sejumlah titik jalan menjadi longsor dan rawan dilewati.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Angin puting beliung merusak sejumlah rumah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 

tribunpekanbaru.com - Angin puting beliung merusak 13 bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Wih Pesam dan Panteraya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/2) petang lalu.

"Kemarin sekitar pukul 17.15 WIB dari arah selatan secara tiba-tiba muncul angin puting beliung," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Minggu (10/2).

Terjangan angin puting beliung itu menyebabkan 10 rumah mengalami rusak ringan, satu rumah rusak sedang, dan dua bangunan rusak berat.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tujuh rumah warga di Desa Panteraya rusak akibat terjangan angin puting beliung tersebut. Sementara di Desa Wih Pesam, angin menyebabkan kerusakan pada lima rumah warga.

"Rata-rata atap rumah mereka rusak atau terbang terbawa angin. Mulai pagi tadi (kemarin) warga sudah melakukan pembersihan, karena terkendala cuaca pada malam hari," kata Teuku Ahmad Dadek.

Armas (45), warga Desa Wih Pesam yang rumahnya kena terjangan angin, menuturkan, kedatangan angin puting beliung pada Sabtu (9/2) petang lalu, saat daerah permukimannya diselimuti kabut tebal dan hujan gerimis.

"Kami sedang berada di dalam rumah sambil menonton televisi, tiba-tiba terdengar suara seng (atap) rumah bergerak dari arah belakang," katanya.

"Selanjutnya angin kencang menyambar tidak cuma rumah kami, tetapi rumah beberapa tetangga juga kena. Mayoritas merusak atap rumah," ia menambahkan.

Selain angin puting beling, sejumlah kerusakan juga terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang. Misalnya beberapa titik ruas jalan nasional di Desa Pante Raya, Kabupaten Bener Meriah, longsor dan nyaris memutus badan jalan.

Curah hujan tinggi membuat tanah digerus air, yang membuat badan jalan amblas. Sejumlah jembatan juga dilaporkan ambruk sehingga tak bisa dilewati lagi. (rin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved