Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ustadz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad Diusir Pejabat saat Makan Malam, Ini Ceramah UAS Soal Adab Makan

Ustaz abdul somad UAS memberikan kisah di saat dia sedang makan di sebuah rumah makan.

Editor: Muhammad Ridho
Istimewa
Ustaz abdul somad menyampaikan tausyiahnya di hadapan puluhan ribu jamaah 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ustadz Abdul Somad ( UAS) sering kali membawakan tausyiah dengan cara yang jenaka hingga jamaah betah berlama-lama.

Tak jarang dirinya menceritakan kehidupan pribadinya dalam ceramah guna menginspirasi masyarakat.

Seperti kali ini sang sang Pengacara Kondang memberikan tuntunan yang seharusnya dilakukan, setiap insan di saat makan bersama, maka adab yang harus dilakukan oleh orang Islam adalah murah hati.

"Kalau orang bakhil, orang yang tidak mau murah hati," katanya dalam sebuah ceramahnya.

UAS menyebutkan, ada orang yang makan bersama, ketika giliran bayar, dia hanya mau bayar punya dia saja.

"Ada yang lebih dari bakhil, pas giliran bayar, berpura-pura sakit perut," katanya.

Menurut UAS, itu seperti penyakit, bahkan duit dia, tidak mau dia makan

"Cepat matinya, malaikat geram sama orang seperti itu, tapi Allah SWT maha pengasih, jadi saat malaikat mau mencabut nyawa, Allah melarang, jangan, mana tahu setelah pengajian ini, dia ajak orang makan dan traktir," katanya.

Dalam kesempatan ceramah di Pare Pare, UAS memberikan kisah di saat dia sedang makan di sebuah rumah makan.

Dai asal Riau ini berkisah tentang kegiatan dia makan di sebuah rumah makan.

Saat tengah menikmati sajian makanan itu, mendadak rombongan pejabat yang sangat berkuasa di daerah itu datang.

Pasukannya masuk lebih dulu dan menyapu orang yang sedang bersantap di rumah makan itu karena sang pejabat mau makan, tidak terkecuali UAS diusir.

Hal ini disampaikan UAS, kala menceritakan kisah nyata pengalaman hidupnya.

Rombongan pejabat itu memang merasa berhak untuk melakukan kegiatan tersebut dan menyingkirkan siapa saja yang berada di rumah makan itu.

UAS pun tidak terkecuali terpaksa menyingkir dan mencari tempat di pinggir, jauh dari tempat dia makan sebelumnya.

"Suatu malam, saya makan di sebuah rumah makan, sendirian. Saya parkir kendaraan, saya pun makan. Tak berapa lama, tiba-tiba datang satu pasukan, minggir, minggir, minggir karena orang besar akan datang," katanya.

UAS melanjutkan, kedatangan pejabat itu dikawal oleh orang-orang berbadan tegap, besar dengan ukuran tubuh yang besar ditaksir beratnya di atas 85 kilogram per orang.

"Tiba-tiba saya lihat mobil besar, yang keluar dari mobil itu orang besar-besar semuanya. Beratnya, 85 kg ke atas. Saya pun minggir dari tempat makan nyaman, enak, saya pun minggir ke tepi-tepi, mereka tertawa cekikikan, setelah menyingkirkan orang yang sedang makan," katanya.

UAS menjelaskan, dia tidak membalas tindakan tersebut dan hanya mengelus dada sambil melanjutkan makannya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved