Kepulauan Meranti
Kapal GT 6 yang Sempat Dikabarkan Tenggelam Ternyata Selamat
Kapal dengan Lambung GT 6 rute Rupat Alay ke Pulau Batu Malaysia sempat dikabarkan tenggelam pada hari Senin
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Teddy Tarigan
TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kapal dengan Lambung GT 6 rute Rupat Alay ke Pulau Batu Malaysia sempat dikabarkan tenggelam pada hari Senin (11/2/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.
Setelah dikonfirmasi ke Basarnas, ternyata diketahui hal tersebut tidak benar.
Kapal tersebut memang sempat terhantam ombak, tapi bukan tenggelam. Hanya sempat terbalik dan kembali ke posisi semula.
Baca: BREAKING NEWS: Pembunuhan di Pandau Kampar, Korban Ditemukan Terkapar Bersimbah Darah
Baca: Anak Bunuh Ayah di Pandau Kampar, Pelaku Tak Tahan Perlakuan Kasar Korban Pada Sang Ibu
Syaputra Arie Jaya, Dantim Basarnas Pos dari Bengkalis yang bertugas melakukan pencarian korban mengatakan kapal terbalik karena sempat diterjang ombak.
"Kapal tersebut sempat terbalik karena diterjang ombak, informasinya angin memang sedang kencang saat kapal berlayar," ujar Arie.
Arie mengatakan bahwa sudah sampai di Kepulauan Meranti dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polair dan BPBD Meranti untuk mengetahui lokasi pasti terbaliknya kapal tersebut.
Tinggi gelombang saat kapal tersebut berlayar dikatakan Arie mencapai satu meter lebih.
"Jadi kemarin saat jam 5 subuh air sedang surut, dan kondisi angin kencang," ujarnya Arie.
Arie menambahkan siang hari saat akan dilakukan proses pencarian korban hilang kondisi air sedang pasang.
"Karena air sedang pasang, kita berharap arus tetap mengarah ke perairan Indonesia," ungkapnya.
Pantauan Tribunpekanbaru.com di lokasi Tim pencari berangkat dari pos Sandar Polair Tebing, Polres Meranti.
Baca: BREAKING NEWS: Suami Istri Temukan Tas Mengapung di Sungai Siak, Saat Dibuka Isinya MAYAT BAYI
Adapun tim yang berangkat siang itu yaitu tim Basarnas 5 orang, Polair 3 orang dan 1 orang TNI AL.
Tim berangkat menggunakan kapal KN 411 milik Basarnas pos SAR Bengkalis.
Arie mengatakan bahwa proses pencarian nantinya akan dilaksanakan sampai sore hari.
"Hari ini kita mencari hingga jam 5.30 (sore), memang sebenarnya tidak dianjurkan melakukan pencarian malam hari karena beresiko terhadap jarak pandang," ungkapnya.
Dirinya mengatakan bahwa saat ini belum ada kepastian lokasi kapal tersebut terbalik.
"Ini sebenarnya kita masih meraba, dugaan ini itu merupakan perairan Internasional," ujarnya.
Dirinya mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang sempat selamat dan juga melakukan pencarian.
"Kita bergerak dulu ke koordinat yang dugaan kita. Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan pihak yang selamat terkait lokasi pasti saat kapal terbalik," pungkasnya.
Untuk proses pencarian Arie mengatakan tetap berkoordinasi dengan pihak SAR di Pekanbaru.
"Untuk lama pencarian, nanti kita akan nunggu perintah dari kantor SAR yang di Bengkalis," tutup Arie.
Baca: Jasad Kakek Meninggal di Area Kebun Sawit Harus Digotong, Lokasi Penemuan Sulit Akses Kendaraan
Sebelumnha Laka laut ini diinformasikan terjadi di Perairan Rangsang barat kabupaten kepulauan Meranti yang mengakibatka Kapal dengan Lambung GT 6 rute Rupat Alay ke Pulau batu malaysia tenggelam
Adapun data korban sebagai berikut nama Bacok umur 43 tahun nakhoda dalam keadaan selamat, Kandar umur 40 tahun selamat dan Nerhak umur 50 tahun belum ditemukan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kapal_gt_6_yang_sempat_dikabarkan_tenggelam_ternyata_selamat.jpg)