Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dua WNI Disandera Kelompok Bersenjata Filipina Selatan. Minta Tebusan Rp 10 Miliar

Dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok bersenjata Filipina Selatan.

Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNJABAR.COM
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M.Iqbal 

TRIBUNPEKANBARU.COM,JAKARTA-Dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok bersenjata Filipina Selatan.

Keduanya adalah, Hariadin, dan Heri Ardiansyah asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Mereka ditangkap saat hendak menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia.

Dalam video yang tersebar di media sosial Facebook memperlihatkan Hariadin dan Heri disandera dalam kondisi mata tertutup kain berwarna hitam.

Leher keduanya pun ditodong parang dan ada beberapa pasukan mengenakan sebo menodongkan senjata api laras panjang.

Video pertama kali diunggah oleh akun D’Yan Adfah sekitar pukul 11.00 WITA, pada Selasa (19/2/2018) lalu.

Saat dikonfirmasi, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) membenarkan dua orang dalam sebuah video penyanderaan adalah Warga Negera Indonesia (WNI).

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) dan Bantuan Hukum Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi mengatakan, keduanya diculik kelompok bersenjata Filipina Selatan saat bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia.

"Diculik pada 5 Desember 2018 bersama 1 orang WN Malaysia," kata Iqbal.

Sejak menerima laporan, Kemenlu ujar Iqbal telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi dan secara berkala menyampaikan update perkembangan upaya pembebasan.

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan, kasus ini adalah penculikan ke-11 yang dilakukan terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia.

Penculikan ini dilakukan oleh kelompok bersenjata di Filipina selatan.

"Video semacam ini selalu disebarkan oleh penyandera dalam setiap kasus penyanderaan, untuk menekan keluarga," sebut Iqbal.

Sementara itu Fitri, keponakan korban mengaku mengenali pamannya dari suara dan gambar tato di dada kiri.

Fitri mengaku sudah melihat video yang disebar di media sosial Facebook tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved