Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Museum Rp 6 Triliun Segera Dibuka, Sajikan Galeri Sepanjang 1,5 Km

Setelah tertunda selama lebih dari dua tahun, National Museum of Qatar segera dibuka pada 28 Maret mendatang.

Penulis: ihsan | Editor: ihsan
foto/net
National Museum of Qatar di Doha yang dirancang oleh arsitek Perancis Jean Nouvel. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DOHA - Setelah tertunda selama lebih dari dua tahun, National Museum of Qatar segera dibuka pada 28 Maret mendatang.

Museum ini didesain oleh arsitek pemenang Penghargaan Pritzker, Jean Nouvel yang juga berada di balik keindahan Louvre Abu Dhabi.

Sementara proses konstruksinya menelan biaya hingga 434 juta dollar AS atau sekitar Rp 6 triliun tersebut terinspirasi oleh bunga mawar yang tumbuh di gurun Qatar.

Rancangan kompleks seluas 5,3 hektare ini terdiri dari serangkaian cakram yang saling terkait berbagai dimensi dan ukuran.

Dalam setiap ruang kosong antar cakram tersebut terdapat fasad kaca yang memberikan akses cahaya matahari ke dalam ruangan.

Di dalam museum juga terdapat istana putra pendiri Qatar modern, Syekh Abdullah bin Jassim Al Thani.

Museum yang dirancang sebagai pusat budaya untuk umum, mahasiswa, dan profesional museum di gurun Doha ini akan mencakup berbagai ruang-ruang galeri.

Di dalamnya terdapat ruang pameran permanen seluas 8.000 meter persegi, ruang pameran sementara 2.000 meter persegi.

Tersedia juga kafe, restoran, toko, serta auditorium dengan 200 kursi. Selain bangunan museum, Jean Nouvel turut merancang taman dengan patung karya seniman Suriah, Simone Fattal pada bagian tengahnya.

Narasi museum dibuat mengalir dan disajikan dalam 11 galeri atau sepanjang 1,5 kilometer.

Sepanjang perjalanan di dalam museum, pengunjung akan disuguhi perjalanan dan sejarah Qatar yang terbagi dalam tiga bab, yakni awal, kehidupan di Qatar, dan pembangunannya.

Narasinya dimulai sejak 700 juta tahun lalu ketika semenanjung mulai terbentuk.

Selama berabad-abad kemudian, wilayah tersebut mulai terkurung daratan sementara sebagian lainnya tenggelam di bawah air, sebelum akhirnya muncul daratan Qatar modern.

Pengunjung kemudian disajikan narasi Qatar pada abad ke-19 lalu dan berlanjut pada sejarah negara itu hingga saat ini.

Agar cerita dapat tersaji dengan apik, pihak museum bekerja sama dengan seniman lokal dan internasional untuk menceritakan kembali kisah dan sejarah di dalam museum.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved