Rabu, 29 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pilpres 2019

Sudah Disapa 'Wakil Presiden', Begini Jawaban Kiai Ma'ruf Amin

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar menyapa Muhtasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden.

Editor: Sesri
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin usai berkampanye di Lapangan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meski baru diprediksi memenangkan Pemilu 2019 berdasarkan quick count, calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin sudah disapa 'wakil presiden'.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar menyapa Muhtasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden.

Hal ini disampaikan Kiai Miftah saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim Akbar dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Minggu (28/4/2019).

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Kiai Ma'ruf Amin.

"Selamat datang, Muhtasyar sekaligus Wakil Presiden kita, KH Ma'ruf Amin," kata Kiai Miftah saat memberikan sambutan di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Sontak, sapaan ini disambut tepuk tangan peserta pertemuan.

Baca: UPDATE Real Count KPU Senin 29 April 2019 Pukul 05.30 WIB, Prabowo-Sandi 43,81%, Data Masuk 49,6%

Baca: DPP PAN Akan Klarifikasi Langsung Kepada Bara Hasibuan yang Nyatakan Pilih Dukung Jokowi

Baca: Beredar Nama-nama Calon Menteri Jokowi-Maruf Amin, Ada Nama Yenny Wahid Hingga Erick Thohir

Tak hanya menyapa, ia juga mendoakan keselamatan bagi Kiai Ma'ruf.

"Semoga diberikan kesehatan, dan menyampaikan yang ma'ruf-ma'ruf. Sekaligus, mencegah yang mungkar dengan yang ma'ruf," katanya.

Ia lantas memuji Kiai Ma'ruf yang disebutnya membawa keberuntungan bagi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Kiai Miftah, Kiai Ma'ruf Amin dinilai telah berhasil menyatukan umat NU sehinga membawa kemenangan di pemilu.

"Beliau membawa hoki bagi NU. Sebelumnya ada yang bilang, NU tidak bisa disatukan.

NU itu besar namun kalahan. Namun, beliau ternyata betul-betul membawa hoki. Beliau ini ciamik," katanya.

Padahal, NU tak memberikan instruksi apapun dalam memenangkan pemilu, namun umat telah tergerakkan.

"Padahal, tidak ada instruksi. Namun, semuanya sudah bergerak. Sehingga, tinggal merawat dan membesarkan," katanya.

Ia lantas kembali memuji karakter Kiai Ma'ruf Amin yang disebutnya sebagai kader terbaik NU.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved