Breaking News:

PIlpres 2019

UPDATE Real Count Pilpres 2019 Kamis 2 Mei, Data Masuk 60,99%, Jokowi Unggul Selisih Suara 12,14%

Data ini mengacu pada angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Editor: Sesri
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Hasil Real Count 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hasil update real count KPU Kamis (2/5/2019) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, untuk sementara, mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 56,07 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 43,93 persen.

Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 12,14 persen.

Data ini mengacu pada angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Menurut data yang ditampilkan dalam pemilu2019. kpu.go.id itu, hingga Kamis (2/5/2019) pukul 05.30 WIB, suara yang masuk berasal dari 496.103 TPS dari total 813.350 TPS.

Baca: Ingat Bella Shofie? Dulu Dikenal Artis Banyak Sensasi Tanpa Prestasi, Sekarang Dipuji, Kok Bisa?

Baca: Langsung Diangkat jadi Ratu , Raja Thailand Nikahi Pengawalnya Jenderal Bintang 4 Suthida

Baca: KISAH Pasukan Kopassus Tangkap Dukun PKI yang Kebal Senjata Api, Mbah Suro

Jika dipresentasekan, jumlah ini mencapai 60,99 persen.

Situng KPU tertanggal 2 Mei 2019.
Situng KPU tertanggal 2 Mei 2019. (Tangkapan layar www.pemilu2019.kpu.go.id)

Sementara ini, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, hingga Papua.

Sedangkan Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatra Barat, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, Situng tidak digunakan untuk menetapkan hasil resmi pemilu.

Hasil pemilu yang akan ditetapkan berasal dari rekapitulasi berjenjang, dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, kemudian provinsi, hingga terakhir di tingkat nasional.

Situng, kata Arief, berfungsi sebagai transparansi KPU terhadap publik.

"(Situng) ini menjadi alat bantu memberikan informasi dengan cepat. Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik. Toh nanti yang (rekapitulasi) manual itu yang dijadikan dasar (penetapan)," kata Arief di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Arief mengatakan, dalam proses input data dari scan formulir C1 ke Situng bisa saja terjadi kesalahan.

Namun demikian, kesalahan tersebut masih bisa diperbaiki.

Siapapun yang menemukan ketidakcocokan antara entry data Situng dengan scan formulir C1, bisa melapor ke KPU untuk kemudian dikoreksi. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved