Satpol PP Pekanbaru Segel Warnet dan Arena Biliar Jika Langgar Jam Operasional
Sejumlah warung internet (warnet) dan arena permainan biliar di Kota Pekanbaru kedapatan melewati batas jam operasional Ramadan 1440 Hijriah
Penulis: Fernando | Editor: Ilham Yafiz
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sejumlah warung internet (warnet) dan arena permainan biliar di Kota Pekanbaru kedapatan melewati batas jam operasional Ramadan 1440 Hijriah pada akhir pekan kemarin.
Para personel Satpol PP Kota Pekanbaru mendapati warnet dan arena biliar masih buka hingga dinihari.
Sesuai Instruksi Walikota Pekanbaru, selama Ramadan 1440 Hijriah, warnet dan game centre hanya beroperasi dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Tidak seluruh pengelola dan pengusaha Warnet dan arena biliar yang mematuhi aturan itu.
Sejumlah pengelola warnet dan biliar nekat melanggar instruksi tersebut.
"Kalau sempat kami dapati lagi, bakal kami segel tempat usahanya," tegas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Agus Pramono kepada Tribun, Senin (13/5/2019).
Ia menyebut pihaknya bakal merekomendasikan kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru untuk mencabut izin usaha warnet yang bandel.
Pasalnya sejumlah warnet tidak mengindahkan instruksi dari Wali Kota Pekanbaru.
"Kita rekomendasikan DPMPTSP agar mencabut izin usahanya, kalau tetap bandel juga," ujarnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kota Pekanbaru menggelar razia dari Jum'at malam hingga Sabtu dinihari. Mereka menggelar razia di sejumlah titik pada malam Ramadhan.
Tim tampak menyasar sejumlah warnet dan arena biliar di Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Srikandi, Jalan Cipta Karya dan Jalan HR Sobrantas.
Petugas langsung menutup paksa seluruh warnet yang masih buka hingga dinihari.
Mereka juga menyita sejumlah properti dari warnet yang masih tetap buka melewati batas.
Petugas langsung memasangi stiker bertulis bahwa tempat usaha ini dalam pengawasan tim yustisi Pemerintah Kota Pekanbaru.
Para petugas juga mengamankan 27 orang pengunjung yang kedapatan tidak membawa identitas.
Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP Pekanbaru untuk didata.
Tak jarang warnet dan arena biliar di Pekanbaru dimanfaatkan oleh oknum masyarakat untuk perbuatan melanggar hukum, bahkan hingga menjadikan lokasi itu sebagai tempat untuk mengonsumsi narkotika.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/satpol-pp-pekanbaru-sita-properti-warnet.jpg)