Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

UPDATE Kerusuhan 22 Mei! Kivlan Zen Beri Rp 55 Juta untuk Eksekutor Rencana Pembunuhan 4 Jenderal

Lewat video yang diputar pihak Kepolisian salah seorang calon eksekutor TJ menjelaskan kronologis dari rencana pembunuhan tersebut.

KOMPAS.com/Devina Halim
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Mabes Polri, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pihak Kepolisian mengungkapkan dalang dari rencana pembunuhan 4 tokoh di aksi kerusuhan 21 dan 22 Mei 2019..

Mayjen (Purn) Kivlan Zen jadi dalang pembunuhan 4 Jenderal..

Lewat video yang diputar pihak Kepolisian salah seorang calon eksekutor TJ menjelaskan kronologis dari rencana pembunuhan tersebut..

Tersangka TJ mengaku dapat uang tunai Rp 55 juta dari Kivlan Zen.

 

Uang tersebut kata TJ diberikan oleh pelaku lainnya H Kurniawan (Iwan).

“Dapat perintah dari Bapak Mayjen Kivlan Zen melalui H kurniawan (Iwan) untuk jadi eksekutor target Luhut Binsar, Wiranto, Budi Gunawan, Konjen Gories Mere,” ungkap TJ dalam video yang diputar pihak Kepolisian di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

TJ mengakui jika dirinya diberikan uang Rp 55 juta oleh Iwan atas perintah Kivlan Zen.

Senjata tersebut kata TJ diberikan oleh Iwan.

Baca: Speed Boat Terbakar di Indragiri Hilir Riau, 6 ABK Alami Luka Bakar Serius

Baca: UPDATE Kerusuhan 22 Mei! Irfansyah Mengaku Diperintah Kivlan Zen Bunuh Yunarto Wijaya

Baca: Mengerikan, Ditemukan 323 Lokasi Eksekusi Hukuman Mati, Dari Ladang, Sungai sampai Halaman Sekolah

“Saya diberikan uang tunai total 55 juta dari Pak Mayjen Kivlan Zen melalui Iwan,” aku TJ seperti ditayangkan Kompas TV.

Kata TJ dirinya dibekali senjata laras panjang Kaliber amunisi 22 dan senjata laras pendek.

 

Kedua senjata tersebut didapatkannya juga dari Iwan.

Tersangka lainnya, Iwan juga sudah mengakui perbuatannya.

Dalam video yang diputar pihak Kepolisian, Iwan menyebut jika dirinya dibekali uang Rp150 juta untuk membeli senjata.

Uang tersebut didapatkannya langsung dari Mayjen Kivlan Zen.

Baca: VIDEO LIVE Streaming Timnas Indonesia Vs Yordania Laga FIFA Matchday, Irfan Bachdim Jadi Andalan

Baca: Trafik Layanan Data Telkomsel Meningkat 12,3 Persen saat Lebaran

“Maret saya dan Udin dipanggil Kivlan Zen bertemu di Kelapa Gading, dimana saya bertemu dan diberi uang  Rp150 juta untuk beli alat Senpi laras pendek 2 pucuk dan laras panjang 2 pucuk,”  jelas Iwan.

 

Selain untuk rencana pembunuhan, senjata tersebut ternyata digunakan Iwan untuk berjaga-jaga pada aksi 22 Mei.

“Tujuan saya apabila menemukan masa tandingan dan bahayakan anak buah saya maka saya akan bertanggung jawab dan amankan seluruh anak buah saya,” terangnya.

Iwan juga mengakui jika Kivlan memerintahkannya untuk menjadikan Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkopolhukam Wiranto sebagai target pembunuhan.

“Sesuai arahan bapak Kivlan adalah Bapak Wiranto dan Luhut,” kata Iwan.

Baca: Dijual Mahal Manchester United, Paul Pogba siap Berkorban demi Real Madrid

Baca: Lebih Suka Bicarakan Ranjang Ketimbang Menggosip, Barbie Akui Bisa 5 Kali Sehari Berhubungan Intim

Baca: BREAKING NEWS! Dikabarkan Hilang, Nelayan di Langgam Riau Ditemukan Tewas dalam Kanal

Seperti diberitakan Wartakotalive sebelumnya Pengamat  Pertahanan  dan  Intelijen  sebut  Budi Gunawan, Wiranto, Luhut Binsar Pandjaitan dan Gories Mere jadi sasaran pembunuhan.

Diketahui 4 tokoh nasional jadi target pembunuhan di dalam kerusuhan 22 Mei 2019 lalu, berkaitan soal jabatan strategis dan selangkah lagi "menyentuh Jokowi".

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan empat pejabat yang menjadi target pembunuhan saat kerusuhan 22 Mei 2019.

Menko Polhukam Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Seorang pimpinan lembaga survei juga menjadi sasaran, kata Tito, meski ia enggan menyebutkan identitasnya.

"Dasar kami sementara ini hanya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ya. Berita acara itu resmi. Pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan berdasar informasi intelijen, beda," kata Tito dalam konferensi pers di kantor Menko Polhukam (28/05).

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved