Berita Riau

Jika Terbukti Bersalah, Suhardiman Amby Minta Seluruh Komisioner KPU Kuansing Diganti

ia juga meminta DKPP mendesak KPU Kuansing untuk menyerahkan absen para saksi Parpol saat proses rekapitulasi di segala tingkatan.

Jika Terbukti Bersalah, Suhardiman Amby Minta Seluruh Komisioner KPU Kuansing Diganti
Tribunpekanbatu.com/ Palti Siahaan
Suasana pelaksanaan Pleno KPU Kuansing di kantor KPU Kuansing, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hanura Riau, Suhardiman Amby meminta majelis sidang kode etik Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) memecat seluruh komisioner KPU Kuansing jika terbukti bersalah.

Meski tak merubah hasil di Pileg, setidaknya bisa meneggakkan kembali keadilan.

"Pada sidang kode etik DKPP pada Jumat (14/6/2019), saya minta kepada majelis sidang kode etik agar semua komisioner KPU Kuansing diganti, dipecat semuanya," ujar Suhardiman Amby, Sabtu (15/6/2019).

Menurut Suhardiman Amby, diadukannya KPU Kuansing ke DKPP bukan saja lantaran masalah kekecewaannya dengan hasil dan proses Pemilu di daerah Kuansing.

Baca: Alfitra Salam : Nasib Komisioner KPU Kuansing Tergantung Sidang Pleno DKPP RI

Pengaduan yang berujung sidang kode etik tersebut dilakukannya juga sebagai pembelajaran politik terhadap masyarakat.

"Jika merasa tak puas dan merasa ada kejanggalan yang dialami, kita punya saluran yang konstitusional, bukan dengan cara anarki. Saya membawa masalah ini ke DKPP lantaran ingin memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," ujarnya.

Baca: Sidang Gugatan di DKPP, KPU Kuansing Riau Kirim Divisi Hukum

Selain meminta agar komisioner KPU Kuansing diganti, ia juga meminta DKPP mendesak KPU Kuansing untuk menyerahkan absen para saksi Parpol saat proses rekapitulasi di segala tingkatan.

Sebab pada saat dipersidangan, para komisioner KPU Kuansing tidak membawa absensi tersebut.

Baca: Inilah Dua Parpol yang Gugat KPU Kuansing Riau ke MK

"Absensi tersebut sebagai bukti jika saksi dari Parpol Hanura hadir di saat rekapitulasi berlangsung. Namun para saksi Parpol kami tidak diberikan formulir DA1 dan DAA1," ujarnya. (TRIBUNPEKANBARU.COM/Guruh Budi Wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved