Proses Hukum Dugaan Pidana Pemilu Oknum Bawaslu Inhu Berlanjut

Bawaslu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak bisa memutuskan status anggota mereka yang terjerat kasus dugaan penggelembungan suara Caleg PPP Inhu.

Proses Hukum Dugaan Pidana Pemilu Oknum Bawaslu Inhu Berlanjut
TRIBUN PEKANBARU/DODDY VLADIMIR
Ilustrasi pencoblosan Pemilu 2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,RENGAT - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak bisa memutuskan status anggota mereka yang terjerat kasus dugaan penggelembungan suara Caleg PPP Inhu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang anggota Bawaslu Kabupaten Inhu berinisial SW ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Polres Inhu.

SW bersama empat orang lainnya diduga terlibat dalam dugaan penggelembungan suara Caleg PPP Dapil I Inhu berinisial DR, yang juga kini ditetapkan sebagai tersangka.

Koordinator divisi penyelesaian sengketa di Bawaslu Inhu, Ahmad Khaerudin mengungkapkan meski sudah tersangka nasib SW ditentukan oleh Bawaslu RI.

"Kita ini selevel, yang melantik kita adalah Bawaslu RI. Oleh karena itu yang menentukan adalah Bawaslu RI," kata Ahmad Khaerudin ketika dikonfirmasi Tribun, Minggu (16/6/2019).

Meski begitu, saat ini Bawaslu Inhu juga masih mempersiapkan bahan untuk dibawa ke sidang pra peradilan yang diajukan oleh SW.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, SW melalui kuasa hukumnya menyampaikan gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Rengat.

Dalam permohonannya, terdapat tiga termohon, yakni Kasat Reskrim Polres Inhu, Ketua Bawaslu Inhu, dan Kasi Pidum Kejari Inhu.

Sementara itu, Polres Inhu pada Jumat (14/6/2019) lalu sudah melimpahkan berkas perkara dugaan penggelembungan suara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu.

Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra menyampaikan kemungkinan berkas itu selesai diperiksa pada Selasa (18/6) besok.

Bambang juga menyampaikan pihaknya sudah selesai memeriksa berkas perkara dugaan politik uang dengan satu orang tersangka berinisial Tb.

"Kamis kemarin sudah selesai diperiksa, masih P 19. Senin besok mungkin baru diantar lagi," katanya.(*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved