Kejari Inhu Terima Berkas Dugaan Pidana Pemilu Berikut Brang Bukti Uang Rp 29 Juta

Kejari Indragiri Hulu (Inhu) menerima berkas perkara dugaan pengggelembungan suara Caleg pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kejari Inhu Terima Berkas Dugaan Pidana Pemilu Berikut Brang Bukti Uang Rp 29 Juta
TRIBUN PEKANBARU/BYNTON SIMANUNGKALIT
Jaksa kejari Inhu menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka dugaan pidana Pemilu 2019, Kamis (20/6/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM,RENGAT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hulu (Inhu) menerima berkas perkara dugaan pengggelembungan suara Caleg pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Berkas diserahkan penyidik kepolisian Polres Inhu, Kamis (20/6/2019) sore.

Hasil penyidikan diketahui bahwa Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat, Randa Rahdinata dan sejumlah rekan-rekanya
mengubah perolehan suara Caleg PPP berinisial DR.

Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra mengatakan perubahan peroleh suara itu dilakukan pada tanggal 29 April 2019
sekitar pukul 03.00 WIB saat rapat pleno tingkat kecamatan di Kecamatan Rengat.

Perubahan tidak hanya dilakukan di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan di beberapa TPS di Kecamatan Rengat.

Dugaan penggelembungan suara tersebut menjerat lima orang menjadi tersangka, yakni RR, Ms, DR, MR, dan SW.

"Sebagaimana dimaksud, perbuatan para tersangka melanggar pasal 532 atau pasal 505 UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan
umum Jo pasal 55, 56 KUHPidana," katanya.

Selain menerima berkas perkara lima tersangka, Kejari Inhu juga menerima barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 29 juta.

"Ada uang tunai yang kita terima senilai Rp 29 juta dari tersangka SW," kata Bambang.

Bambang menjelaskan uang tersebut diserahkan oleh Doni Rinaldi kepada SW yang berstatus sebagai anggota Badan Pengawas
Pemilihan Umum (Bawaslu) Inhu.

Halaman
12
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved