KPU Riau Hormati Proses Peradilan Dugaan Pidana Pemilu 2019

Proses sidang terhadap anggota PPK di Pelalawan dan Inhu yang diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu sudah mulai digelar.

KPU Riau Hormati Proses Peradilan Dugaan Pidana Pemilu 2019
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Caleg Abdul Nasib dari Gerindra dan Abdul Muzakir dari Golkar saat bersaksi sebagai korban dalam persidangan pidana pemilu dengan terdakwa Ketua PPK Pangkalan Kuras Nonaktif Sugeng Dwipurwanto di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Proses sidang terhadap anggota PPK di Pelalawan dan Inhu yang diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu sudah mulai digelar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Ilham Muhammad Yasir meminta agar proses di pengadilan dihormati.
"Kita hormati proses di peradilan, karena ranahnya kan sudah tindak pidana pemilu dan ditanggani oleh Gakkumdu," ujar Ilham Muhammad Yasir kepada Tribun, Senin (24/6/2019).

Secara kelembagaan, KPU Riau tidak memberikan bantuan pendampingan hukum bagi oknum PPK tersebut.

"(KPU) Provinsi tidak ada mendampingi, karena PPK kan di bawah supervisi KPU Kabupaten dan Kota. Provinsi biasanya untuk tingkat Kabupaten dan kota, kita tidak boleh ambil kewenangan di daerah," jelasnya.

Selain sanksi hukum berdasarkan putusan pengadilan nantinya, yang bersangkutan PPK di Pelalawan dan Inhu tersebut juga sudah menerima sanksi kode etik dengan menonaktifkan dari jabatannya.

"Sanksi etiknya sudah diberikan dalam bentuk penonaktifan sebagai anggota PPK, dan itu sudah dilakukan oleh KPU di Kabupaten sejak kejadian itu terjadi. Saat itu langsung dilakukan klarifikasi dan pendalaman oleh tim yang dibentuk oleh KPU, dilakukan sebelum rekapitulasi di KPU Provinsi Mei lalu," ujarnya.

Selain sanksi penonaktifan, oknum tersebut juga tidak lagi bisa menjadi penyelenggara Pemilu selanjutnya.

"Karena pelanggarannya serius," tegasnya.(*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved