Breaking News:

Berita Riau

Dianggap Hina Gubri, Suporter PSPS Dilaporkan Pemprov ke Polda

Ricuh suporter PSPS Riau di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (22/6/2019) kemarin berbuntut panjang. Pemprov resmi melaporkan suporter ke Polda Riau.

Tribunpekanbaru/Doddy Vladimir
Laga perdana Liga Dua Indonesia antara PSPS vs PSMS Medan sempat terhenti akibat aksi Curva Nord 1955, kelompok supporter PSPS Riau di tribun utara yang melakukan pelemparan flare tepat ke gawang yang dijaga kiper PSMS Medan, Sabtu (22/6) di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pekanbaru. Suporter juga membakar kertas dipinggir lapangan, sejumlah aparat kepolisian yang disiagakan juga dikerahkan untuk menenangkan massa supporter yang mengamuk setelah PSPS Riau tertinggal tiga angka dari tim tamu PSMS Medan. Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi kericuhan disertai teriakan yel-yel yang dilakukan oleh suporter PSPS Riau di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Sabtu (22/6/2019) kemarin berbuntut panjang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi melaporkan suporter PSPS Riau ke Polda Riau atas dugaan penghinaan kepada Gubernur Riau Syamsuar, Selasa (25/6/2019).

"Iya benar, hari ini kami atas nama institusi Pemprov Riau sudah membuat laporan ke pihak kepolisian," kata Karo Hukum dan Hak Asasi Manusia Setdaprov Riau, Nelly Wardani membenarkan adanya laporan yang dimasukkan Pemprov Riau ke Polda Riau.

Nelly mengungkapkan, laporan tersebut disampaikan ke Polda Riau menyusul beredarnya video yang memuat aksi suporter PSPS Riau yang meneriakkan yel-yel dengan kata-kata kasar yang dialamatkan kepada Gubernur Riau Syamsuar.

Baca: BANDAR Narkoba 40 Kilogram Sabu-sabu dan 150 Butir Pil Ekstasi Dituntut 5 Tahun Penjara Pasal TPPU

Baca: UPDATE Terbaru Game Mobile Legends, Ini Fungsi Equipment Roam

Aksi tersebut terjadi saat laga antara PSPS Riau kontra PSMS Medan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai lalu.

Saat laga masih berlangsung kericuhan terjadi dan massa meneriakkan yel-yel yang dianggap kasar.

"Sesuai perintah pimpinan hari ini kita sudah membuat laporan ke Polda Riau," katanya.

Nelly mengatakan, yang menjadi objek pengaduan tindak pidana penghinaan terhadap Gubri yaitu ucapan penghinaan yang dilakukan oleh Dolly San Dacvid sebagai perwakilan dari kelompok suporter PSPS Riau.

Dalam surat laporan tersebut juga disebutkan bahwa kalimat yang tidak baik dan tidak etis tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penghinaan kepada Gubernur Riau selaku kepala daerah di Provinsi Riau.

Sebagai alat bukti, pihak Pemprov Riau juga ikut melampirkan link atau tautan video dugaan tindak pidana penghinaan kepada gubernur Riau di Youtube yang sudah tersebar di dunia maya.

"Untuk proses selanjutnya kita serahkan ke pihak kepolisian. Kami tentu berharap pengaduan ini dapat ditindaklanjuti," kata Nelly. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved