ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital Yang Akan Digulirkan Pemerintah. Ini Alasannya

Ketua ASITA Riau, Dede Firmansyah mengatakan, kebijakan program Umroh Digital tersebut justru akan merugikan banyak pihak.

ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital Yang Akan Digulirkan Pemerintah. Ini Alasannya
Saudi Gazette
Pemandangan Masjidil Haram yang diambil helikopter penjaga keamanan dari ketinggian 2.500 kaki. 

ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital Yang Akan Digulirkan Pemerintah. Ini Alasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Riau menyatakan menolak atas kebijakan pemerintah melakukan kerjasama program Umroh Digital.

Program Umroh Digital ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Arab Saudi.

Ketua ASITA Riau, Dede Firmansyah mengatakan, kebijakan program Umroh Digital tersebut justru akan merugikan banyak pihak, khususnya para pengusaha travel umroh.

Dede menyesalkan progam Umroh Digital tersebut karena akan berdampak pada pengusaha perusahaan biro perjalanan.

Program Umroh Digital dinilai akan membesarkan usaha yang sudah besar.

Seharusnya pemerintah, menurut Dede membina dan membesarkan pengusaha jasa travel dan biro perjalanan, bukannya malah membesarkan program Umroh Digital.

"Sangat kita sayangkan. Seharusnya pemerintah itu memerhatikan pengusaha perusahaan biro perjalanan, dengan merangkul dan bekerjasama. Bukan malah membesarkan usaha yang sudah besar," kata Dede kepada Tribun, Senin (15/7/2019).

Meski program Umroh Digital tersebut hingga saat ini belum diterapkan, namun menurutnya program pemerintah tersebut merupakan ancaman besar bagi pengusaha Biro Perjalanan Wisata yang konsen ke Umroh.

Ini dinilai karena akan membuat pengusaha bangkrut dan gulung tikar, karena semua kebijakan sudah diambil oleh pemerintah.

Ia berharap, pemerintah seharusnya bisa turun kebawah untuk bisa merangkul usaha para pengusaha travel agen agar bisa naik kelas.

"Bagaimana kita bisa berusaha, kalau semua sudah diambil alih pemerintah," kritiknya. (Tribunpekanbaru.com/Alex Sander)

Penulis: Alex
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved