Ikan Bilih Mulai Langka, DKP Sumbar Razia Jaring Bagan di Danau Singkarak
Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, menggelar razia sampai jaring bagan benar-benar hilang dari perairan Danau Singkarak.
Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatra Barat (Sumbar), mulai menertibkan alat tangkap bagan yang beroperasi di Danau Singkarak, Kabupaten Solok, sejak Senin (15/7) lalu.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri, saat ini ada ratusan alat tangkap bagan dan keramba apung yang tersebar di tepian Danau Singkarak.
"Razia dilakukan di bawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan bersama Danrem serta Forkopimda. Mereka sudah sepakat bersama-sama melakukan razia bagan. Ini bertujuan agar tidak ada lagi alat tangkap bagan yang berada di sana," ujar Yosmeri, Selasa (16/7) di Padang.
Menurutnya, larangan penggunaan jaring bagan sudah ada dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 81 tahun 2017. Larangan itu dikeluarkan untuk menjaga kelestarian ikan bilih, ikan endemik yang hanya ada di danau tersebut.
"Upaya menjaga kelestarian ikan bilih yang mulai punah karena menggunakan sistem bagan. Makanya kita razia. Ini salah satu langkah kita untuk meningkatkan populasi ikan asli Danau Singkarak yang kini mulai berkurang," jelas Yosmeri.
Dia menegaskan, jaring bagan yang saat ini tersebar di perairan Danau Singkarak harus dibersihkan. "Kita akan razia sampai alat tangkap itu tidak ada lagi di Danau Singkarak. Jika masih belum tuntas, kita akan razia lagi bulan depan, begitu terus secara berkelanjutan," tambahnya.
Penertiban alat tangkap bagan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Kepolisian, dan Wali Nagari setempat.
Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mendukung penuh tindakan yang dilakukan DKP sebagai upaya menyelamatkan populasi ikan bilih yang ada di Danau Singkarak. Menurutnya, penangkapan ikan menggunakan alat tangkap bagan dapat memusnahkan populasi ikan bilih.
"Kami harapkan sekali masyarakat bisa mengangkat sendiri alat tangkap bagan tersebut. Kalau tidak terpaksa diturunkan tim terpadu. Targetnya bersih 100 persen. Ini juga butuh dorongan semua pihak," kata Nasrul Abit. (rin/tribun padang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ikan-bilih.jpg)