Dalam Sebulan, Ada 15 Korban Gigitan Anjing Liar Diduga Rabies di Inhil

DPTHP Inhil mengimbau masyarakat merantai anjing peliharaannya, dan kemudian memberikan vaksin antirabies.

Dalam Sebulan, Ada 15 Korban Gigitan Anjing Liar Diduga Rabies di Inhil
internet
Satu bulan terakhir, sudah ada 15 kasus gigitan oleh anjing liar di Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait kewaspadaan terhadap penularan penyakit rabies.

Imbauan ini dikeluarkan, karena belakangan cukup marak kasus penyerangan oleh anjing liar di beberapa kecamatan di Kabupaten Inhil.

Dalam satu bulan terakhir saja, berdasarkan data dari DTPHP Kabupaten Inhil, sudah ada 15 orang warga Kabupaten Inhil di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) serta Kecamatan Tembilahan, yang menjadi korban gigitan anjing liar.

Kepala DTPHP Inhil, Kuswari, menuturkan, penyakit rabies atau anjing gila dapat menular ke manusia dan menimbulkan dampak yang sangat nyata bagi kesehatan.

“Kita mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika ada hewan anjing yang berkeliaran,” ujar Kuswari, Minggu (21/7).

Dia lantas menjelaskan, dari 15 korban tersebut, 10 kasus gigitan anjing liar terjadi di Kecamatan GAS, dan 5 kasus terjadi di Kecamatan Tembilahan.

“Kita akan datang ke Kecamatan GAS, karena di sana ada laporan 10 orang terkena gigitan anjing liar. Kejadian lain juga terjadi di sekitar Kecamatan Tembilahan. Dari laporan di Puskesmas, ada sekitar 5 warga yang berobat akibat terkena gigitan anjing liar,” jelas Kuswari.

Dia menegaskan, pihaknya akan bekerjasama dengan masyarakat melalui pihak kecamatan untuk menangkap anjing liar yang diduga mengidap rabies tersebut, untuk selanjutnya bisa dicek dan dikenali ciri-cirinya, apakah memang benar mengidap rabies.

Menurut Kuswari, semua pihak bisa menangkap anjing liar tersebut selagi masih sesuai dengan aturan yang belaku, yaitu tidak membunuh atau ditembak dan diracun. “Untuk dibius boleh, makanya harus kita tangkap dulu supaya anjingnya jangan berkeliaran,” katanya.

Kepada seluruh masyarakat yang memiliki anjing, Kuswari mengimbau untuk merantai hewan peliharaannya sebelum nantinya dilakukan vaksinasi. “Kalau memang anjing tersebut gila serta mengidap rabies, maka dalam 15 hari dia akan mati sendiri,” terangnya.

Dalam surat edaran terkait kasus gigitan anjing liar ini, DTPHP Inhil mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya anjing yang berkeliaran tanpa pemilik di lingkungan tempat tinggal. Sedangkan masyarakat yang mempunyai anjing peliharaan diminta untuk mengikat dengan rantai maksimal 1,5 meter. Selain itu, anjing peliharaan agar divaksinasi rabies yang bisa dilakukan di DTPHP Inhil. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved