Berita Riau

Mahasiswa Tuntut Kejari Usut Korupsi di DPRD Inhu Riau

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indragiri Hulu (PM Inhu) melakukan demonstrasi di depan kantor Kejari, Senin (5/8/2019).

Mahasiswa Tuntut Kejari Usut Korupsi di DPRD Inhu Riau
Istimewa
Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejari Inhu menuntut penyelesaian perkara korupsi di DPRD Inhu, Senin (5/8/2019). 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indragiri Hulu (PM Inhu) melakukan demonstrasi di depan kantor Kejari, Senin (5/8/2019).

Mereka meminta Kejari Inhu serius menangani perkara korupsi di DPRD Inhu.

Ada tiga poin yang disampaikan. Pertama meminta Kejari Inhu memberantas tuntas korupsi secara profesional dan tidak tebang pilih.

Kedua minta pengusutan kasus dugaan korupsi kelebihan bayar DPRD Inhu Rp 1,7 miliar dan segera menetapkan tersangka.

Ketiga, usut tuntas kasus 40 anggota DPRD Inhu yang diduga terlibat korupsi SPPD fiktif sebesar Rp 45 miliar.

"Korupsi berjamaan di DPRD Inhu sudah pernah terjadi sebelumnya saat pemerintahan Bupati Thamsir Rachman. Kita tidak ingin lagi lembaga DPRD menjadi sarang para koruptor," ujar Ilham Permana, koordinator aksi.

Ia mengatakan, PM Inhu dan IKM Inpad akan terus mengawasi proses pemeriksaan terhadap kasus korupsi tersebut.

Mahasiswa juga menuntut agar bisa bertemu dengan Kepala Kejari Inhu, Hayin Suhikto. Namun sayang Kajari tidak berada di tempat. Sehingga perwakilan mahasiswa ditemui oleh Kasi Intel Kejari Inhu, Bambang Dwi Saputra.

Bambang menyatakan mereka tidak menangani perkara korupsi SPPD fiktif yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut.

"Kita tidak tahu siapa yang menangani perkara SPPD fiktif Rp 45 miliar itu, yang pasti tidak di Kejaksaan," kata Bambang.

Namun Bambang tidak membantah bahwa saat ini mereka menangani perkara korupsi dana kelebihan bayar.

Ia menjelaskan saat ini penanganan perkara korupsi kelebihan bayar itu masih dalam proses penyelidikan.

Sebanyak 40 orang anggota DPRD Inhu diperiksa terkait perkara tersebut.

Bambang menyampaikan, dalam penyelidikan tidak ada batas waktu yang ditentukan. Namun sejauh ini pihaknya berupaya dalam pengumpulan data dan keterangan.

"Namanya penyelidikan kita masih mencari adakah tindak pidana dalam perkara tersebut, makanya saat ini sedang berproses. Saya berharap adik-adik mahasiwa bisa bersabar," kata Bambang. (Tribunpekanbaru.com/bynton simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved