Besok JCH Mulai Wukuf di Arafah, Jemaah yang Sakit Bakal Dibantu Petugas
SebagianJemaah Calon Haji (JCH) Riau saat ini sudah berada di Arafah dan bersiap melaksanakan wukuf, Jumat (9/8/2019).
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - S
Baca: Sholat Idul Adha, Niat, Doa & Tata Cara Sholat Idul Adha, Hingga Bacaan Takbir Sholat Idul Adha
Baca: 9 Tahun Terpisah dari Keluarganya, Ibu Ini Ditemukan Sakit dan Tidur di Tumpakan Sampah
ebagianJemaah Calon Haji (JCH) Riau saat ini sudah berada di Arafah dan bersiap melaksanakan wukuf, Jumat (9/8/2019).
Sesuai jadwal, pelaksanaan wukuf akan dilaksanakan, Sabtu (10/9/2019) bertepatan dengan 9 Dzulhijah 1440 hijriah.
Proses keberangkatan JCH Riau dari Maktab menuju ke Arafah sudah dimulai sejak Jumat pagi tadi.
Hingga saat ini proses keberangkatan JCH masih berlangsung dan berlanjut hingga Sabtu besok.
"Saat ini masih berjalan dari masing-masing maktab dan kloter. Kita perkirakanan besok sebelum jam 12 siang JCH seluruhnya sudah berada di Arafah," kata Kabid Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag Riau, H. Erizon langsung dari Arab Saudi, Jumat (9/8/2019).
Setelah berada di Arafah, sebelum jadwal wukuf dimulai, jemaah dipersilakan untuk mengisinya dengan melakukan ibadah sunah.
Seperti salat sunah dan ibadah lainnya.
"Besok setelah shalat dzuhur langsung dilanjutkan pelaksanakan wukuf. Amalan wukuf ada yang diawali salat dulu, baru khutbah wukuf. Tapi ada juga yang khutbah dulu baru salat. Biasanya yang lebih banyak itu memang khutbah dulu baru salat. Baru amalah wukuf," terangnya.
Untuk bacaan amalan wukuf, ada yang dipandu oleh petugas ada juga yang diserahkan ke jemaah haji masing-masing.
Erizon mengatakan, wukuf merupakan rukun haji.
Sehingga jemaah yang sakit tetap harus melaksakannya.
Namun ada pengecualian untuk jemaah yang sakitnya parah dan bergantung dengan alat-alat medis di rumah sakit.
"Kalau yang sakit dan masih memungkinkan untuk dibawa, itu biasanya akan disafari wukufkan oleh petugas. Menjelang waktu wukuf, jemaah itu akan dibawa dengan ambulance ke Arafah, lanjut ke Muzdalifah dan Mina. Kemudian untuk melontar jumrohnya itu nanti diwakilkan," ujarnya.
Sedangkan untuk jemaah haji yang kondisi sakitnya parah dan bergantung dengan alat rumah sakit, maka harus dilakukan ba'dal hajinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jemaah-haji-wukuf-di-arafah_20150924_092816.jpg)