Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

14 Agustus Hari Pramuka: Sejarah Pramuka, Makna Lambang Pramuka Hingga Warna Seragam

Berikut kumpulan fakta dibalik peringatan Hari Pramuka, yang dilaksanakan setiap tanggal 14 Agustus.

Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Satu bendera kwartir ranting Pramuka di dari Kwartir Ranting Dumai Barat gagal berkibar dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka 2018 di Lapangan Kantor Bersama Pemko Dumai, Rabu (14/8/2018). Satu bendera gagal berkibar lantaran terikat di atas tiang bendera. 

14 Agustus Hari Pramuka: Sejarah Pramuka, Makna Lambang Pramuka Hingga Warna Seragam

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peringatan Hari Pramuka dilaksanakan setiap tanggal 14 Agustus.

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang dibentuk pada tahun 1961.

Berikut kumpulan fakta dibalik peringatan Hari Pramuka, yang dilaksanakan setiap tanggal 14 Agustus.

 

1. Sejarah pramuka

Berawal tahun 1961, Presiden Soekarno memerintahkan penggabungan semua organisasi kepanduan dalam satu wadah.

Rencana tersebut untuk menyatukan berbagai organisasi gerakan pemuda yang ada di Indonesia.

Untuk mewujudkan ini, dibentuklah panitia yang terdiri dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Dr. Prijono, Achmadi, Moeljadi Djojomartono, dan Dr. Azis Saleh.

Dari kepanitiaan tersebut, terbit Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Rabu 14 Agustus 2019: Amarah SAGITAIRUS Akan Meluap Besok (VIDEO)

Baca: Upiak Isil kepada Lucinta Luna: Saya Keluar Negeri Bukan Pergi Jual Diri atau Operasi

Baca: Download MP3 - Full Album Lagu Nissa Sabyan, Man Ana, Ya Jamalu, Ya Maulana, EL Oum (VIDEO)

Pembuatan Keppres Nomor 109 Tahun 1961 tertanggal 31 Maret 1961menimbulkan kontroversi karena tidak melibatkan Hamengku Buwono IX, Azis Saleh, dan Moeljadi Djojomartono.

 

Ada dugaan, pembuatan Keppres Nomor 109 Tahun 1961 juga bermuatan ideologi komunis karena peran Prijono dan Achmadi yang saat itu dituding beraliran komunis.

Dr. Azis Saleh yang mengetahui hal tersebut bergegas menemui Soekarno dan menjelaskan permasalahan Keppres yang ternyata sudah ditandatangani Soekarno.

Soekarno yang mendengar hal tersebut, segera memerintahkan untuk tidak menerbitkan Keppres tersebut dan menggantinya dengan Keppres No 238 tahun 1961.

Baca: 6 Penyidik KPK Geledah Kantor Walikota Dumai Riau, Telisik Ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa

Baca: Daftar Harga HP Terbaru Xiaomi AGUSTUS 2019: Redmi Go, Redmi 7A hingga Redmi K20, HP Rp 800 Ribuan

Baca: Ayu Ting-ting Pamer Rambut Baru: Pendek & Diwarnai Pirang, Gimana Menurut Kamu?

2. Keppres tidak ditandatangani Presiden Soekarno

Penandatanganan Keppres No 238 tahun 1961 juga menimbulkan permasalahan. Penyusunan konsep Keppres No 238 tahun 1961 dikerjakan di kediaman Dr Azis Saleh di Jalan Borobudur 18, Jakarta.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved