Sabtu, 18 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Terapi Pemutihan Alat Kelamin Pria (Mr.P) Sedang Tren di Thailand, Ini Bentuk & Risikonya

Rumah Sakit di Thailand dikabarkan membuka terapi pemutihan alat kelamin pria bahkan sedang menjadi trenbelakangan ini.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Terapi Pemutihan Alat Kelamin Pria (Mr.P) Sedang Tren di Thailand, Ini Bentuk & Risikonya

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebagian besar alat kelamin pria memang berwarna gelap.

Hal tersebut membuat beberapa pria merasa tidak percaya diri dengan apa yang mereka miliki.

Menanggapi kejadian ini, sebuah Rumah Sakit di Thailand dikabarkan membuka terapi pemutihan alat kelamin pria bahkan sedang menjadi trenbelakangan ini.

Seperti yang dilaporkan Kompas.com, hanya dalam sebulan 100 pria telah mengunjungi Rumah Sakit Lelux di Bangkok untuk mendapatkan perubahan di alat kelamin mereka.

BBC melaporkan bahwa pasien terapi ini tidak hanya berasal dari Thailand saja, tetapi juga Hong Kong, Kamboja, dan Myanmar.

Dikutip dari LiveScience, Popol Tansakul selaku Manajer Marketing Lelux berkata bahwa prosedur tersebut menggunakan laser yang sama dengan perawatan kulit lainnya, yakni untuk memecahkan melanin di dalam sel kulit.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Senin 19 Agustus 2019: Banyak hal berubah dalam kehidupan CAPRICORN (VIDEO)

Baca: Siaran Langsung dan Live Streaming Liga 1 Hari Ini: PSM Makassar Vs Persib Bandung Jam 18.30 (VIDEO)

Baca: VIDEO: Penggemar Tere Liye Antusias Bedah Buku si Anak Badai di Toko Buku Gramedia Pekanbaru

Bunthita Wattanasiri, manajer dari departemen perawatan kulit dan laser Lelux, juga berkata bahwa mereka sangat berhati-hati dalam menjalankan terapi tersebut.

“Ini menyangkut organ vital pria. Kami menggunakan laser kecil,” ujarnya.

Melansir dari Mayo Clinic, terapi ini bekerja dengan menghancurkan melanosit atau sel yang memproduksi pigmen kulit melanin tanpa merusak permukaan kulit.

Biasanya, terapi ini digunakan untuk menangani flek dan daerah kehitaman tertentu.

Meski demikian, terapi pemutihan kulit menggunakan laser bukan tanpa risiko.

Selain sensitivitas terhadap matahari, terapi ini juga memiliki beberapa efek samping yang mungkin menyebabkan warna kulit tidak merata.

Baca: Jambret Sial, Dihajar Emak-emak Korban Jambretannya

Baca: VIDEO: Semarak Lomba Peringatan HUT RI ke 74 di FOX Harris Hotel Pekanbaru

Baca: Ternyata Ada Kisah Pilu di Balik Lomba Makan Kerupuk yang Kini Sering Diadakan Tiap 17 Agustus

Baca: Kisah Komandan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Yang Disalami Presiden Jokowi

Baca: Pria Ini Cabuli Tetangganya Jelang Prosesi Lamaran, Digerayangi Saat Tertidur Pulas

Baca: Download Lagu I Love You 3000, Video Lagu Stephanie Poetri Beserta Lirik Lagu, Unduh MP3

Dr Thongchai Keeratihuttayakorn selaku Wakil Jenderal Direktur untuk Departemen Kesehatan Thailand juga sebenarnya khawatir akan praktek yang dikerjakannya tersebut.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved