AS vs China - Jika Perang, China Bisa Hancurkan Semua Pangkalan Militer AS di Asia Beberapa Jam Saja

Angkatan bersenjata China diyakini bakal menjadi ancaman serius terhadap militer Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Ariestia
PLA
Rudal balistik China. 

China mempelajari cara berperang Washington.

Kapal induk USS Ronald Reagan.
Kapal induk USS Ronald Reagan. (HISTORY.COM)

Dari sana, China mulai menambal apa yang menjadi kekurangan mereka dan memperkuat keunggulan mereka, terutama yang berkaitan dengan teknologi militer.

"Negara itu kini makin mempersempit jarak dengan sistem operasional AS, dan berambisi menjadi negara dominan di bidang teknologi," demikian isi laporan itu.

Work dan Grant menjelaskan, upaya China untuk mengungguli AS dibagi dalam tiga tahap.

Tahap pertama adalah upaya modernisasi yang terjadi pada 1990 hingga 2000-an.

Penampakan pesawat tempur F-15 Eagle dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Senin (17/6/2019). F-15 Eagle merupakan pesawat dengan kemampuan manuver tinggi. Pesawat jet ini dirancang untuk terbang misi tempur di segala kondisi cuaca. Misi utamanya adalah mempertahankan superioritas udara. Dengan kata lain, tujuan utamanya untuk menghancurkan pesawat lain dalam pertempuran udara. Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019. Tribunnews/Malvyandie Haryadi
Penampakan pesawat tempur F-15 Eagle dalam ajang Paris Air Show 2019 di Le Bourget, Paris, Prancis, Senin (17/6/2019). F-15 Eagle merupakan pesawat dengan kemampuan manuver tinggi. Pesawat jet ini dirancang untuk terbang misi tempur di segala kondisi cuaca. Misi utamanya adalah mempertahankan superioritas udara. Dengan kata lain, tujuan utamanya untuk menghancurkan pesawat lain dalam pertempuran udara. Pameran kedirgantaraan Paris Air Show 2019 berlangsung 17-23 Juni 2019. Tribunnews/Malvyandie Haryadi (Tribunnews/Malvyandie Haryadi)

Kemudian fase kedua ditempuh setelah Beijing bisa mengembangkan senjata presisi dan jaringan tempur yang canggih, dan membuat mereka dominan di kawasan regional.

Dengan keunggulan di bidang rudal hipersonik maupun senjata anti-kapal, China bisa unggul di area Taiwan maupun Laut China Selatan, dan membuat AS fokus kepada mereka.

Fase terakhir diambil begitu China bisa melewati kecanggihan teknologi militer AS.

Fase ini bisa membuat Beijing mulai memperluas kepentingan mereka di seluruh dunia.

Laporan itu mengungkapkan China menggunakan strategi mata-mata di bidang industri dan teknis untuk menganalisis dan mengeksploitasi kelemahan Pentagon.

China kemudian menginvestasikan dana besar di sektor kecerdasan buatan untuk memperoleh keunggulan di medan perang.

Bahkan, China disebut mempunyai "kemampuan hitam".

Yakni keunggulan yang tidak diketahui dan bakal dikeluarkan saat terjadi perang untuk mengejutkan lawan.

Pejabat militer maupun pemerintah AS sudah sangat menyoroti kemajuan signifikan China yang sudah menggelontorkan hingga 620 persen selama 20 tahun terakhir.

Laporan dari CNAS mengungkapkan, China kini merupakan negara dengan anggaran pertahanan terbesar nomor dua di dunia di belakang Negeri "Uncle Sam".

Rudal Patriot
Rudal pertahanan Patriot (Anthony Sweeney/U.S. Army Europe)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved