Breaking News:

Iuran BPJS Naik Dua Kali Lipat Bikin Asuransi Swasta Lebih Menarik?

Berikut beberapa komentar mengenai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Asuransi Swasta lebih menarik?

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di Kantor BPJS Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014). Sejak diberlakukan program BPJS Kesehatan, warga rela antri untuk mendapatkan pelayanan pendaftaran. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah sedang berupaya untuk menyelesaikan soal defisit BPJS Kesehatan

Setiap tahun lembaga tersebut terus mengalami defisit dengan nilai yang terus meningkat.

Bahkan, hingga akhir tahun ini, BPJS Kesehatan diprediksi bakal defisit hingga Rp 32,8 triliun.

Satu di antara upaya pemerintah untuk menekan defisit adalah menaikan iuran BPJS Kesehatan.

Seperti yang diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menaikkan besaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat.

Banyak pihak pun keberatan dengan langkah pemerintah tersebut.

Pasalnya, besaran kenaikan iuran dinilai terlalu tinggi.

Meski sejak awal tahun, pemerintah pun telah menggaungkan hal ini lantaran besaran iuran BPJS Kesehatan yang sudah terlalu murah (underpriced).

 

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo pun mengatakan, Peraturan Presiden terkait kenaikan upah ini telah diajukan kepada Presiden Joko Widodo dan akan segera ditandatangani.

Iuran JKN BPJS Kesehatan terakhir kali mengalami kenaikan sejak tahun 2016 lalu.

Baca: Prediksi Susunan Pemain & VIDEO Siaran Langsung Atletico Madrid vs Eibar Liga Spanyol Pekan ke 3

Baca: Koordinator Demo Pengibar Bendera Bintang Kejora di Depan Istana Ditangkap

Sementara, dalam pasal 16i Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan disebutkan, bahwa kenaikan iuran adalah kewajiban yang perlu dilakukan dalam dua tahun sekali.

Namun, untuk kenaikan iuran Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas II dan kelas III, pertimbangan utamanya harus berdasarkan pada kemampuan untuk membayar dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, kenaikan iuran kelas I harus didasarkan pada survei kemauan masyarakat untuk membayar.

Berikut beberapa komentar mengenai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan:

Baca: VIDEO Profil Sheila on 7, Grup Musik Dari Jogja Tembus Belantara Musik Ibukota

Baca: Fakta Lengkap Aulia Kusuma Bunuh Suami dan Anak Dibakar di Mobil, Eksekutor Petani Dibayar 170 juta

Baca: Usai Mengirim Conor McGregor Beserta Tim Masuk Rumah Sakit, Khabib Mengaku Siap Dipenjara

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved