Tak Hanya Perbaharui Energi, Pertamina Turut Hadirkan Inovasi
Selain mengajak masyarakat menggunakan energi yang lebih baik, Pertamina turut menghadirkan sejumlah innovasi, baik untuk pelanggan maupun di internal
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Setelah ditunjuk Ditjen Migas, Kementerian ESDM untuk membangun jaringan gas di Pekanbaru pada tahun 2015, PT Pertamina (Persero) melalui afiliasinya PT Pertagas Niaga terbilang berhasil mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan energi yang lebih baik.
Hingga tahun 2019, sudah ada sebanyak 6.983 Sambungan Rumah Tangga (SR) di Ibu Kota Provinsi Riau ini yang pembangunannya melalui dua tahap, pada tahun 2015 dan 2017.
Stakeholders Relation Manager PT. Pertagas Niaga, Ratna Dumila menjelaskan, selama empat tahun gas bumi dipasarkan di Pekanbaru, pertumbuhan pemanfaatan jaringan gas kota termasuk baik.
“Pasalnya, selama ini tercipta sikap dan kerja sama kooperatif pelanggan jaringan gas kota baik untuk memanfaatkan jargas, menjaga fasilitas, maupun membayar tagihan bulanan. Hal itu juga didukung oleh kinerja BUMD sebagai mitra (PTGN) dalam melakukan pengelolaan maupun pengoperasian jaringan gas kota,”katanya kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (29/8/2019).
Pada awal program jargas dikenalkan kepada masyarakat Pekanbaru, katanya melanjutkan, ada beberapa warga yang khawatir karena program jaringan gas kota di Pekanbaru termasuk hal yang baru.
Seperti aspek keselamatan penggunaan jargas karena belum tahu sebelumnya.
Selain itu ada pula waktu yang dibutuhkan untuk penyempurnaan jaringan gas kota di beberapa wilayah untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Namun seiring berjalannya waktu, warga yang telah menggunakan jargas bisa merasakan manfaatnya yakni adanya kepastian suplai gas, harga yang ekonomis dan keamanan yang baik. Ini yang kemudian mendorong warga lainnya untuk ikut mau memanfaatkan jargas,”paparnya.
Selain mengajak masyarakat menggunakan energi yang lebih baik, Pertamina turut menghadirkan sejumlah innovasi, baik untuk pelanggan maupun di internal perusahaan plat merah ini.
Seperti yang diungkapkan Direktur PT. Sarana Pembangunan Energi Madani (SPEM) Pekanbaru, Panzi Barza yang ditunjuk sebagai operator jargas di Pekanbaru.
“Pada tahun 2015, kita membangun sebanyak 3.713 SR. Untuk pembayaran, tahun itu masih postpaid atau non token. Jadi pembayaran hanya dilakukan pembayaran di Indomaret dan kantor pos. Sementara pada tahun 2017, kita memasang jargas sebanyak 3.270 SR dengan sistem amper meter sudah prepaid atau token,”kata Dia kepada tribunpekanbaru.com, Senin (26/8/2019).
Lewat token ini, kata Panzi melanjutkan, pelanggan langsung bisa isi ulang dengan mengunjungi Alfamart atau di konter PT.SPEM.
“Sama seperti amper meter PLN sekarang ini, pemanfaatan sistem token akan membantu pelanggan dalam mengatur pengeluarannya yang digunakan untuk pemakaian gas. Disamping itu, akan memperkecil peluang pelanggan untuk menunggak pembayaran,”paparnya.
Tidak hanya bagi pelanggan, inovasi turut dihadirkan untuk keperluan internal perusahaan. Salah satunya ialah pemanfaatan sistem Barcode untuk keefektifan petugas dalam melakukan pendataan penggunaan jargas di rumah-rumah warga.
“Ide Barcode ini muncul saat kami mengikuti workshop yang diadakan Pertamina di Jakarta beberapa waktu lalu. Di situ, perwakilan dari Sukabumi memaparkan sejumlah program mereka, salah satunya pemasangan Barcode di amper meter jargas. Barcode ini nantinya berfungsi untuk membantu petugas kita di lapangan dalam melakukan pendataan. Jadi, kerja mereka lebih cepat. Cukup dengan scan Barcode, maka data akan langsung terkirim,”papar Panzi.
Diproyeksikan Barcode ini akan efektif berfungsi pada akhir tahun ini.
“September mendatang, beberapa petugas kita rencanakan akan berangkat ke Sukabumi untuk belajar lebih lanjut tentang sistem Barcode ini. Setelah itu, barulah Barcode ini ditempel di amper meter jargas di Pekanbaru” tutup Panzi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/amper-meter-jargas-di-pekanbaru.jpg)