Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ukir Pepaya Berbentuk Bunga, Manisan Khas Melayu di Pekanbaru

Manisan khas Melayu dahulu dihidangkan untuk para raja. Salah satunya manisan pepaya, dalam Bahasa Melayu dinamakan alue betik.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: ihsan
tribun pekanbaru
Manisan pepaya bermotif bunga 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Manisan khas Melayu dahulu dihidangkan untuk para raja dan saat acara kerajaan.

Salah satunya manisan pepaya, dalam Bahasa Melayu dinamakan alue betik. Meski diolah secara tradisional, manisan ini tampil elegan.

Teksturnya transparan seperti kristal. Rasanya juga manis alami. Lembut diemut atau digigit. Pembuatannya melalui proses yang panjang dan lama.

Sri Yanti Razak salah satu pengusaha kuliner di Pekanbaru yang ahli membuat manisan ini.

Dulunya, Yanti lewat usahanya Lamita Catering di Jalan Kembang Harapan, Sail, Pekanbaru, hanya menerima pesanan manisan pepaya untuk acara formal di pemerintahan dan pesta pernikahan.

Namun kini, ia menyediakan untuk cemilan dikonsumsi sehari-hari.

Wanita 56 tahun ini membentuk manisan lebih menarik menyerupai bunga ros, bunga cempaka dan bunga aster.

Pepaya dipotong pipih, agar mudah dirangkai membentuk bunga.

Ada juga bermotif bunga lili yang dibentuk dengan cara ukir. Manisan pepaya dibentuk seperti bonggolan.

Lalu bonggol pepaya dilukis. Ternyata ada maksud di balik bentuk bunga manisan tersebut. Ini mempengaruhi cara memakannya.

"Kalau yang bentuk ros atau cempaka, tinggal diambil satu-satu kepingan bunganya. Lebih mudah diemut. Tapi kalau yang bonggolan, harus digigit," jelas Yanti yang juga Sekretaris DPD Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Riau.

Ia tidak membuang kulit pepaya. Karena bisa dibentuk menyerupai daun. Sehingga saat dihidangkan, ada bunga lengkap dengan daunnya berwarna hijau.

Menurut dia, membuat manisan pepaya butuh kesabaran.

"Proses pembuatan manisan pepaya ini gampang-gampang susah. Bisa sampai dua minggu. Jadi harus telaten," ungkap Yanti, Rabu (28/8/2019).

Ia memilih buah pepaya hawai yang mengkal agak memerah. Jika terlalu matang, manisan bisa dibentuk buah pepaya tergantung motif manisan yang akan dibuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved