Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kuantan Singingi

Harga Karet di Riau, Pekan Ini di Kuansing Turun Tipis

Harga karet di Kuansing, Riau pekan ini mengalami penurunan tipis dibanding pekan lalu.

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Ariestia
Pixabay/3dman_eu
Ilustrasi 

Harga Karet di Riau, Pekan Ini di Kuansing Turun Tipis

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Harga karet di Kuansing, Riau pekan ini mengalami penurunan tipis dibanding pekan lalu.

Penurunan harga tipis ini dinilai tidak terlalu berpengaruh kepada petani.

"Pekan ini harga karet di Kuansing turun tipis," kata kepala Dinas Pertanian Kuansing Emerson melalui Kabid Perkebunan Syoffinal, Selasa (3/9/2019).

Baca: Istri di Riau Habisi Suami Lewat Pembunuh Bayaran, Kini Terancam Hukuman Mati di Sidang PN Bengkalis

Baca: Bejat! Empat Lelaki di Siak, Riau, Gilir Gadis Remaja Keluarga Resah Korban Tak Pulang ke Rumah

Dikatakannya harga karet turun sebesar Rp 250. Harga karet pekan ini di pelelangan dibandrol Rp 8.675 per Kg.

"Harga ini memang masih stabil," ujarnya.

Biasanya, terangnya, harga karet di pelelangan direntang Rp 8.000 - Rp 9.000 an.

Soal penurunan ini, terangnya, banyak faktor. Apalagi, harga pelelangan sudah mengacu harga pasar dunia. Sehingga penentuan harga sudah berpatokan ke harga dunia.

Pelelangan hasil kebun karet sendiri dilakukan pada Senin setiap pekannya. Sehingga harga terbaru karet akan diketahui setiap Senin.

Sistem pelelangan ini sendiri dimulai sejak Juli tahun lalu. Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran BOKAR (UPPB)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.

Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan. Penetapan harga bersamaan dengan perwakilan perusahaan.

Baca: STORY - Jadi Tukang Urut Panggilan Demi Biayai Kuliah, Mahasiswa di Riau Bertekad Raih Gelar Sarjana

Sistem ini sangat membantu petani pekebun untuk meningkatkan harga karet di tingkat kelompok yang tentu saja berdampak pada peningkatan harga petani pekebun yang tergabung dalam wadah kelompok.

"Kalau kita bandingkan dengan harga karet yang tidak tergabung dengan sistem lelang ini, harganya jauh. Paling Rp 6.000 per Kg ditingkat petani blukar," ujarnya.

Di Kuansing sendiri banyak warga yang mengandalkan kebun karet dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Komuditas karet ini juga andalan Kuansing selain kebun sawit dan lainnya. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved