Pelalawan

BREAKING NEWS: Jarak Pandang di Pelalawan Turun Jadi 2 Km Akibat Kabut Asap di Riau, Hotspot 32

Kondisi ini diperparah oleh jumlah hotspot atau titik api yang terdeteksi di Pelalawan meningkat drastis jadi 62.

BREAKING NEWS: Jarak Pandang di Pelalawan Turun Jadi 2 Km Akibat Kabut Asap di Riau, Hotspot 32
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Warga Pangakalan Kerinci Kabupaten Pelalawan mulai mengenakan masker saat berkendara motor pada Selasa (3/9/2019) karena kabut asap semakin parah dua hari terakhir. 

BREAKING NEWS: Jarak Pandang di Pelalawan Turun Jadi 2 Ribu Meter Akibat Kabut Asap di Riau, Hotspot 32

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kabut asap di beberapa daerah di Kabupaten Pelalawan Riau semakin parah pada Rabu (4/9/2019). Asap tebal semakin menutupi pandangan dan bau terbakar terasa menyengat jika dihirup.

Akibatnya jarak padang di Pelalawan terus menurun dan hari ini hanya 2.000 meter lantaran tertutupi kabut asap.

Kondisi ini diperparah oleh jumlah hotspot atau titik api yang terdeteksi di Pelalawan Meningkat drastis. Pantauan satelit Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hotspot di Riau terpatau 62 titik.

Baca: BREAKING NEWS: Kecelakaan di Riau, Truk Terjun ke Sungai di Inhu, Satu Korban Masih Terjepit

Terbanyak ada di Pelalawan mencapai 32 titik dan dari jumlah itu level confidence diatas 70 persen sebanyak 31 titik atau berpotensi besar merupakan titik api atau firespot.

"Sebarang hotspot dan firespot di Pelalawan ada di tiga areal yang saat ini sedang dilakukan operasi pemadaman dan pendinginan," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (4/9/2019).

Hadi Penandio membeberkan, lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terparah ada di Kelurahan Kerumutan dan Desa Mak Teduh Kecamatan Kerumutan. Kemudian di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan serta Desa Merbau Kecamatan Bunut.

Titik api tersebar beberapa titik setiap lokasi yang menyulitkan personil tim gabungan dalam memadamkan. Ditambah lagi dengan angin kencang dan panas terik matahari di lokasi menambah tingkat kesulitan para personil yang berjibaku dengan api.

Baca: Lima Penambang Emas Dibantai Pakai Parang, Tombak dan Panah di Yahukimo, Pelaku Diduga KKB di Papua

Operasi pemadaman dan pendinginan fokus pada isolir titik api agar tidak semakin merembet ke lahan lain.

Kemudian tim dibagi-bagi untuk menjangkau kepala api dengan menempuh perjalanan darat dari sisi yang aman. Sehingga pergerakan si jago merah di dalam lahan gambut bisa diisolasi dan dipadamkan.

"Yang terparah saat ini memang di Kerumutan. Bahkan sudah mulai masuk ke hutan lindung Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan bagian pinggirnya," tambah Hadi Penandio. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved