Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Lagi, Puskesmas Berikan Obat Kadaluarsa ke Pasien

Insiden obat kadaluarsa kembali terjadi, kali ini kejadiannya di pelayanan obat di Puskesmas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Editor: Ilham Yafiz
tribunpekanbaru/dodivladimir
Ilustrasi obat ilegak dan kadaluarsa 

Lagi, Puskesmas Berikan Obat Kadaluarsa ke Pasien

TRIBUNPEKANBARU.COM - Insiden obat kadaluarsa kembali terjadi, kali ini kejadiannya di pelayanan obat di Puskesmas Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Beberapa hari lalu ada pasien yang menerima salep kadaluarsa. Salep untuk pengobatan gatal kulit tersebut tertera tanggal expired sejak September 2018.

Adanya salep kedaluwarsa yang diterima pasien di Puskesmas Jetis, beberapa hari lalu, diakui terjadi karena keteledoran petugas.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, pihaknya sudah menggantikan obat berupa salep kadaluarsa yang diterima pasien dengan obat yang baru.

"Salep tersebut langsung diganti baru dan untungnya memang belum digunakan," kata Didik saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Baca: Kabut Asap di Riau Semakin Parah, Warga Pekanbaru Akhirnya Mengungsi

Baca: Melempem Usai Masuk Istana, ICW Pertanyakan Suara Aktivis Anti Korupsi yang Dulu Kritis

Dia mengakui, ada faktor keteledoran petugas di Puskesmas Jetis dalam pengelolaan obat.

Tidak jelinya petugas, membuat salep yang mestinya dimusnahkan, justru diberikan kepada pasien.

Didik menjelaskan, dalam pengelolaan obat, seluruh Puskesmas memiliki kewajiban rutin untuk melaporkan obat yang melampaui masa batas akhir penggunaan.

Setelah dilaporkan ke Dinas Kesehatan, jelas Didik, obat kadaluarsa tersebut harus dimusnahkan.

"Itu terjadi karena keteledoran atau kurang jelinya petugas puskesmas dalam mengelola obat sehingga terselip obat ED (kadaluarsa)," katanya.

Baca: Seratus Personel TNI Bantu Pemadaman Karhutla di Area Kilang Minyak di Dumai

Didik menambahkan, pascainsiden pemberian salep kadaluarsa, pihaknya langsung melakukan pembinaan terhadap pihak Puskesmas dan petugas pelayanan obat.

Pembinaan tersebut, jelas dia, dilakukan agar insiden serupa tidak terulang.  

"Kemarin kita turunkan tim farmasi untuk mengecek pengelolaan obat di puskesmas jetis dan sekitarnya, kita lakukan pembinaan terhadap petugas," ujar Didik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasien Terima Obat Kedaluwarsa, Dinkes Akui Ada Keteledoran", https://regional.kompas.com/read/2019/09/13/18000911/pasien-terima-obat-kedaluwarsa-dinkes-akui-ada-keteledoran.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved