Kamis, 7 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Rancang Perpustakaan Mini di Pekanbaru, Melva Bantu Belajar Anak-anak Sejak Kuliah

Melva Meiliza Hutabarat memanfaatkan waktu luang selama kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU) untuk membantu anak-anak sekitar.

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: ihsan
foto/istimewa
Melva Meiliza Hutabarat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa diwajibkan belajar. Menuntut ilmu hingga lulus dan mendapatkan gelar akademis.

Bagi Melva Meiliza Hutabarat, tugas mahasiswa tidak hanya belajar di kampus. Belajar tentang nilai-nilai kehidupan, justru banyak didapat di luar kampus.

Belajar nilai-nilai kehidupan hanya didapat dengan cara bermasyarakat. Agar masuk dalam kehidupan masyarakat, mahasiswa perlu berbuat. Yakni, melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Mahasiswa itu sebenarnya punya banyak waktu luang untuk berbuat untuk masyarakat," ungkap Melva, sapaan akrabnya, Selasa (10/9/2019).

Ameng merupakan wantia asal Pekanbaru yang baru saja menamatkan kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU).

Melva menjadi pemuncak di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat cumlaude pada wisuda, Jumat (6/9) lalu. Ia tamat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,60.

Melva tidak belajar terus-menerus untuk dapat menyelesaikan kuliah lebih cepat dengan hasil sangat memuaskan. Segudang kesibukan turut mengisi masa studinya.

Wanita 22 tahun ini merupakan pendiri Pondok Pintar Sei Mati. Sei Mati adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Bersama teman-temannya, ia mendirikan Pondok Pintar yang sudah berjalan setahan belakangan.

Masyarakat di daerah itu belum begitu sadar akan pentingnya pendidikan. Lingkungan juga membuat anak berkemungkinan kecil untuk tumbuh positif. Pondok Pintar pun dibangun dengan berbagai tantangan.

Satu sisi, ada kultur yang telah terbangun dari pemahaman minim tentang pendidikan. Di sisi lain, misi Pondok Pintar untuk mengembangkan minat baca dan belajar agar tidak tertinggal dari anak-anak daerah lain.

Maka usaha yang pertama sekali harus dilakukan yakni menggandeng orang tua. Melva mengatakan, tidak gampang memberi pemahaman kepada orangtua agar mau menyuruh anaknya belajar di Pondok Pintar.

"Setelah kita jelaskan, akhirnya orang tua mendukung. Bahkan menyuruh anaknya belajar di Pondok Pintar," kata Melva.

Pondok Pintar menyediakan banyak buku bacaan sehingga menjadi perpustakaan mini. Buku dikumpulkan dari donatur.

Di samping itu, Melva juga mengajar anak-anak di setiap pertemuan. Ia memanfaatkan hari libur, seperti Minggu, untuk mengunjungi daerah itu dan bertemu dengan anak-anak. Sehingga tidak mengganggu kuliah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved