Demi Uang, Pengusaha Kuburan Lakukan Perampokan Mayat, Pasok 57.000 Mayat untuk Penelitian 100 Tahun

Perampokan mayat dengan cara kurang ajar pernah terjadi. Hanya karena uang gerombolan itu melakukan kekejian tersebut.

(Kolase Tribun Bogor/TribunJakarta.com)
Ilustrasi Mayat Demi Uang, Pengusaha Kuburan Lakukan Perampokan Mayat, Pasok 57.000 Mayat untuk Penelitian 100 Tahun 

Demi Uang, Pengusaha Kuburan Lakukan Perampokan Mayat, Pasok 57.000 Mayat untuk Penelitian 100 Tahun

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perampokan mayat dengan cara kurang ajar pernah terjadi. Hanya karena uang gerombolan itu melakukan kekejian tersebut.

Kondisi itu seperti sangat menakutkan, apalagi bila kita rasakan sendiri berada di sekitar kita.

Bahkan ada yang membunuh orang untuk bisa mendapatkan mayat untuk dijual.

Itu yang lebih keji lagi, bahkan membuat orang-orang di daerah itu merasa sangat takut.

Baca kisah selengkapnya di bawah ini.

Para ahli anatomi abad ke-18 dan 19 menghadapi kesulitan yang mengerikan karena mereka tidak memiliki ilmu pengetahuan semaju seperti sekarang ini.

Para ahli ini membutuhkan mayat untuk dibedah dan diteliti.

Namun, keadaan ini justru menciptakan peluang yang ideal bagi perampok mayat untuk mendirikan bisnis yang menguntungkan sebagai pengusaha kuburan.

Mereka menyediakan gerombolan perampok kuburan yang menjual mayat untuk uang tunai.

Baca: Live TV Online, Link Streaming PSS Sleman Vs Persipura Jayapura Liga 1 2019 (Video)

Halaman
123
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved