Indragiri Hilir

Terus Bertambah, Penderita ISPA di Inhil Telah Mencapai 1.088 Orang

Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meningkat di bulan ini.

Terus Bertambah, Penderita ISPA di Inhil Telah Mencapai 1.088 Orang
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
FOTO ILUTSRASI - Pasien di Puskesmas Sail Pekanbaru tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, Senin (26/9/2019). Dalam sebulan terakhir, kunjungan pasien yang memiliki penyakit akibat kabut asap seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat, terutama anak-anak. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Terus Bertambah, Penderita ISPA di Inhil Telah Mencapai 1.088 Orang

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meningkat di bulan ini.

Berdasarkan data laporan Posko Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil, sejak tanggal 1 – 16 september 2019 terdapat 965 orang pasien ISPA yang ditangani oleh Dinkes Inhil.

Kepala Dinkes Inhil Zainal Arifin, S.KM, M. Kes, menuturkan, jumlah ini terus menaik drastis hanya dalam beberapa hari saja.

“Pertanggal 18 september 2019, jumlah penderita ISPA yang di laporkan posko kesehatan berjumlah 1.088 orang,” ujar Zainal Arifin, Kamis (19/9).

Baca: Pebalap Jerman Minta Bantuan Oksigen Finis Etape I Tour de Siak 2019, Gara-gara Kabut Asap Riau?

Baca: Gempa M 5.6 Guncang Tuban Jawa Timur, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami

Baca: Sarangnya Terbakar, Belasan Ular Ditemukan Terpanggang Saat Pemadaman Karhutla di Pelalawan Riau

Bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya terkait penyakit dampak asap bisa mendatangi posko kesehatan terdekat yang telah di siapkan Dinkes Inhil.

Zainal Arifin menjelaskan, Dinkes Inhil telah mendirikan posko kesehatan dampak asap antara lain, yaitu, Posko Induk berjumlah 1 Posko, 28 Posko Puskesmas, 200. Posko Puskesmas Pembantu (Pustu).

Selain itu, menurut Zainal Arifin, langkah – langkah yang telah dilakukan dalam menanggulangi kabut asap ini, antara lain, sosialisasi keliling melalui Puskesmas Keliling dan Mobil Promosi Kesehatan (Promkes), pemasangan Spanduk antisipasi dampak karhutla, promosi kesehatan melalui website dan media sosial (medsos), pembagian masker ke sekolah, Faskes dan persimpangan jalan.

Baca: Niat Baik Driver Ojol Berbuah Petaka, Ditikam Penumpang yang Ia Tolong, Begini Ciri-Ciri Pelakunya

Baca: Empat Hari Terjebak di Kanal PLTU Paiton, Petugas Berhasil Evakuasi Hiu Paus

Kita Sampai hari ini Stok Masker kita berjumlah 89.654 pcs dan Stok oxycan berjumlah 180 buah,” tutur Zainal.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, dikatakan Zainal, pihaknya juga bekerjasama dengan semua komponen masyarakat, mahasiswa, LSM, TNI, Polri, organisasi masyarakat dan pihak terkait lainnya.

"Kita juga Mengerahkan P3K ke lokasi pemadaman Karhutla selain pemeriksaan dan pengobatan penderita terdampak asap Karhutla dan pemeriksaan ISPU oleh BTKL PP Batam,” pungkasnya.(Tribuntembilahan.com/T. Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved