KONI Riau Usulkan Cabor yang Tak Bisa Digelar Papua Dipindah ke Daerah Lain

KONI Riau mengusulkan cabor yang tak bisa digelar oleh Papua sebagai tuan rumah PON, dilaksanakan di daerah lain dari pada dicaoret.

KONI Riau Usulkan Cabor yang Tak Bisa Digelar Papua Dipindah ke Daerah Lain
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - KONI Riau tidak akan berdiam diri terkait kabar pencoretan 15 cabor di PON Papua tahun depan.

Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis menegaskan, Riau akan menawarkan solusi kepada Kemenpora RI, jika memang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tidak sanggup menggelar pertandingan 15 cabor tersebut.

Solusi yang dimaksudkan, 15 cabor yang tidak sanggup digelar Pemerintah Papua, dipindahkan pertandingannya di provinsi lain. Tentunya di provinsi atau daerah yang bersedia.

"Solusi ini nanti yang akan kita sampaikan. Saya rasa semua provinsi peserta PON akan setuju. Apalagi provinsi yang sudah lama menyiapkan atlet-atlet terbaiknya," kata Emrizal kepada Tribun, Jumat (20/9).

Seperti diketahui, ada 15 cabor yang rencananya akan dicoret dari daftar pertandingan di PON Papua tahun 2020 mendatang. Cabor itu adalah dansa, ski air, gateball, petanque, woodball, catur, bridge, kempo, wushu, bola tangan, takraw, soft tennis, aerosport, balap sepeda, dan aquatik.

Dari cabor-cabor tersebut, Kemenpora bisa memindahkan pertandingannya ke beberapa provinsi, jika provinsi tuan rumah tidak sanggup menggelarnya. Terutama provinsi yang sudah ada venue cabornya.

"Langkah ini juga diambil agar tidak ada yang kecewa. Sebab persiapan yang dilakukan daerah peserta PON, selain sudah menghabiskan anggaran juga berkenaan dengan psikologi atlet dan pelatih. Ini perlu dipikirkan secara matang," sebutnya.

Lebih dari itu, jika nanti pertandingan cabor dipindahkan, maka langkah selanjutnya terkait dengan biaya pelaksanaan.

"Masalah ini perlu dibahas lebih lanjut. Apakah memang daerah tersebut masih bisa menganggarkan di APBD 2020, atau ada regulasi yang bisa dijadikan pedoman nantinya. Termasuk sumber anggarannya dari Kementerian," kata Emrizal lagi.

KONI Riau hingga pekan ketiga September ini, belum menerima surat resmi dari Kemenpora RI maupun KONI Papua, tentang pengurangan cabor tersebut. Bahkan diyakini semua KONI se-Indonesia juga belum menerima surat resmi yang dimaksud.

Rencananya, beberapa perwakilan KONI se-Indonesia menjadwalkan pertemuan di Medan, Sumut, pada 20-21 September ini. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari beredaranya kabar pencoretan beberapa cabor PON di Papua tahun 2020 mendatang.

KONI Riau mengharapkan, agar pembahasan di Medan tersebut bisa menghasilkan solusi yang diinginkan semua peserta PON.

Jumlah cabor yang akan ditandingkan di PON Papua awalnya direncanakan 47 cabang. Namun kini beredar kabar akan dicoret 10-15 cabor dari daftar. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved