Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Belum Genap Satu Bulan, 32. 644 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Udara Terpapar Kabut Asap

Belum genap satu bulan, ada puluhan ribu warga Riau terserang penyakit akibat dari kabut asap yang melanda Riau sejak beberapa pekan terkahir.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Pasien yang akan berobat di Puskesmas Simpang Tiga, Pekanbaru memakai masker akibat kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Belum Genap Satu Bulan, 32. 644 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Udara Terpapar Kabut Asap

TRIBUNPEKANBARU.COM - Belum genap satu bulan, ada puluhan ribu warga Riau terserang penyakit akibat dari kabut asap yang melanda Riau sejak beberapa pekan terkahir.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Riau, terhitung mulai tanggal 1 hingga 21 September, sebanyak 37.396 warga Riau terserang penyakit yang disebabkan akibat kabut asap.

Seperti penyakit ISPA, kemudian iritasi mata dan kulit, Asmad serta Pneumonia. Namun dari lima penyakit yang disebabkan akibat kabut asap tersebut, penyakit ISPA yang paling banyak, yakni sebanyak 32.644 orang.

Disusul asma 1.686 orang, iritasi kulit sebanyak 1.402 orang, kemudian iritasi mata 1.269 orang dan pneumonia sebanyak 276 orang.

"Dalam satu hari rata-rata ada sekitar 1.500 an warga yang menderita penyakit akibat kabut asap, khususnya adalah penyakit ISPA," kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Yohanes, Minggu (22/9/2019).

Baca: Warga Desa Sepahat Riau Temukan Tapir Terperangkap di Jerat Babi, Kondisinya Lemah

Baca: FOTO: Kabut Asap di Pekanbaru Minggu 22 September Semakin Pekat

Tingginya kasus ISPA di Riau diakibatkan kabut asap yang semakin hari semakin pekat. Bahkan sudah menyentuh hingga ke level berbahaya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang terpapar asap, untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah," katanya.

Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih, hidup sehat dan pola makan sehat, serta segera ke pelayanan kesehatan jika kesusahan bernapas.

"Orang yang mudah terserang ISPA, bagi mereka yang memiliki kelainan sistem kekebalan tubuh, orang berusia lanjut, dan anak-anak pun rentan terhadap penyakit ini, karena sistem imun yang belum terbentuk sepenuhnya," ujarnya.

Semakin pekatnya kabut asap di Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar rumah.

Khususnya untuk anak-anak balita, lansia dan ibu hamil. Sebab mereka sangat rentan terkena penyakit akibat udara yang terpapar kabut asap.

"Jika ISPU sudah berada dilevel 100 sampai 200 itu memang kelompok yang paling rentan terkena dampaknya itu ibu hamil, bayi, balita, anak pra sekolah dan lansia. Kita sarankan mereka berakrifitas didalam rumah," katanya.

Baca: Tak Tahan Kabut Asap, Empat Pebalap Menyerah di Lap Awal Etape IV Tour de Siak

Baca: Kualitas Udara Masih Berbahaya, Pemko Pekanbaru Kembali Perpanjang Libur Sekolah

Pihaknya mengimbau kepada puskemas dan sekolah yang membutuhkan masker untuk mengambil masker ke Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh Puskemas dan Rumah Sakit yang ada di Riau untuk segera menolong para pasien yang terkena penyakit akibat dari kabut asap.

"Kita sudah buat surat edaranya, jadi kalau ada yang sakit silahkan langsung ke Puskemas, itu gratis tidak dipungut biaya. Kami sudah minta agar warga yang terkena dampak asap ini diprioritaskan," ujarnya. (Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved