Pembiayaan KUR dan Umi Minim Sosialisasi
Sosialisasi untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Riau dinilai masih kurang, sehingga Usaha Mikro Kecil dan Men
Penulis: Alex | Editor: kasri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sosialisasi untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Riau dinilai masih kurang, sehingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum banyak yang memanfaatkan pembiayaan tersebut.
Kepala Kantor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI Wilayah Riau, Bakhtaruddin mengatakan, oleh karena itu, pihaknya menggandeng pihak pemerintah dan juga lembaga keuangan penyalur pembiayaan usaha masyarakat tersebut, agar sama-sama bersinergi dan satu pikiran.
Itu juga yang menjadi alasan untuk dilaksanakannya kegiatan Rapat Koordinasi Penyaluran KUR dan Pembiayaan UMi se-Provinsi Riau Tahun 2019, yang ditaja pihaknya, mengangkat tema, tingkatkan pemberdayaan UMKM melalui penyaluran KUR dan pembiayaan UMi, di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Selasa (24/9/2019).
"Untuk pembiayaan UMi dan KUR ini sosialisasinya masih kurang, makanya kita laksanakan kegiatan ini, dengan bekerjasama dengan pemerintah serta stakeholder terkait, untuk menyamakan persepsi, dan bersinergi," kata Bakhtaruddin.
Ia juga menyampaikan, bahwa lembaga keuangan, bank dan penyalur lainnya padahal berikan akses mudah, dan semua masyarakat punya kesempatan yang sama untuk memanfaatkan pembiayaan tersebut.
"Karen itu, kita jika ga minta pemerintah mencatat debitur dan pengusaha yang terdaftar, sehingga bank bisa pergunakan nama-nama tersebut untuk menggunakan pembiayaan itu," ulasnya.
Sementara itu, Assisten II Indra SE yang mewakili Gubernur Riau menyampaikan pihaknya akan terus mendorong agar masyarakat bisa memanfaatkan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah tersebut.
"Bagaimana kita bisa mendorong masyarakat untuk memakai pembiayaan ini. Bisa jadi memang karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat," imbuhnya.
Ia menambahkan, keberadaan UMKM harus tetap dijaga, karena para pelaku usaha merupakan salah satu ujung tombak perekonomian di Indonesia, yang mampu bertahan dalam kondisi sulit sekalipun.
"UMKM ujung tombak stabilitas ekonomi kita, saat krisis moneter pun, justru yang bertahan adalah UMKM, maka dari itu, perlu kita jaga, bagaimana UMKM kita manfaatkan pembiayaan yang disediakan pemerintah ini," ulasnya. (ale)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rapat-koordinasi.jpg)