Pelalawan

Pekara Korupsi Cetak Sawah Pelalawan Riau Divonis Hakim, Jika Ada Kasus Serupa Segera Laporkan

Dua terdakwa yakni M Yunus sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Sutrisno selaku Kepala UPTD Kecamatan Teluk Meranti divonis beragam.

Pekara Korupsi Cetak Sawah Pelalawan Riau Divonis Hakim, Jika Ada Kasus Serupa Segera Laporkan
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Andre Antonius SH 

Pekara Korupsi Cetak Sawah Pelalawan Riau Divonis Hakim, Jika Ada Kasus Serupa Segera Laporkan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Majelis hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru telah memvonis dua terdakwa kasus korupsi proyek cetak sawah Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pelalawan Riau tahun 2012 pada Selasa (24/9/2019) lalu.

Dua terdakwa yakni M Yunus sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Sutrisno selaku Kepala UPTD Kecamatan Teluk Meranti divonis beragam.

Terdakwa M Yunus diganjar hukuman penjara 2 tahun dan dengan Rp 50 juta subsider 2 bulan serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 130 juta.

Terdakwa Sutrisno divonis 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan serta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 20 juta.

"Para terdakwa menyatakan pikir-pikir dan kita juga. Kita tunggu tujuh hari kedepan bagaimana perkembangannya, sesuai aturan," ungkap Kajari Pelalawan, Nophy Tennhopero South SH MH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Andre Antonius SH, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (25/9/2019).

Baca: Ternyata Mahasiswa yang Dikeroyok Polisi saat Unjuk Rasa Sumut Hafal 30 Juz Alquran, Ini Kondisinya

Andre Antonius menyebutkan, selama proses persidangan tidak mencuat bukti-bukti baru mengarah ke orang atau pihak lain yang bertanggungjawab atas proyek senilai Rp 1 Miliar itu.

Fokus persidangan hanya mengacu pada kesalahan kedua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan itu ata proyek mangkrak di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan tersebut.

Namun putusan hakim itu akan dikordinasikan dengan pimpinan Kejari Pelalawan untuk membicarakan kemungkinan ada pihak lain yang seharusnya turu terlibat dalam kasus rasuah di Distan tersebut.

Jika kemudian ada fakta baru, pihaknya siap melanjutkan penyelidikan baru. Sama halnya dengan keterlibatan terdakwa M Yunus dan Sutrisno merupakan jilid II ang terkuak dari persidangan terdakwa sebelumnya pada jilid I yakni Kaharudin dan Jumaling.

Baca: Bacaan Surat Yasin: Lantunan Surat Yasin, Tulisan Arab, Latin, Terjemahan & Keutamaannya (VIDEO)

"Jika ada juga proyek serupa di desa lain yang kondisinya seperti cetak sawah di Gambut Mutiara, silahkan laporkan ke kami. Kita pasti tindak lanjuti kalau buktinya mencukupi," tukas Andre.

Pasalnya ada isu berkembang jika proyek cetak sawah lainnya di Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti berakhir mangkrak sama seperti di Gambut Mutiara yang telah divonis pengadilan.

Korps adhyaksa komitmen dalam penegakan hukum perkara korupsi dan tanpa pandang bulu. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved