Hari Ini Pemko Dumai Mulai Keruk Drainase yang Sempat Ditanami Warga Pohon Pisang
Drainase di Jalan Sultan Hasanudin Dumai, ditanami pohon pisang pada pekan lalu karena tak pernah dikeruk meski sudah terjadi pendangkalan.
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Puluhan warga RT 19 Kelurahan Rimba Sekampung, Dumai Kota, Kamis (26/9) petang lalu melakukan aksi protes kepada Pemerintah Kota Dumai, yang dinilai tak merespon keluhan warga yang selalu kebanjiran saat musim hujan.
Hal itu disebabkan drainase di Jalan Sultan Hasanudin yang kini sudah dangkal karena dipenuhi sedimen.
Aksi protes warga itu dilakukan dengan cara menanam dua batang pohon pisang di dalam drainase di Jalan Sultan Hasanudin, tepatnya di depan Karaoke Pink.
Aksi tersebut langsung direspon Pemerintah Kota (Pemko) Dumai. Pada Senin (30/9) ini, Dinas Pengerjaan umum (PU) Kota Dumai akan segera melakukan normalisasi drainase di Jalan Sultan Hasanudin, yang sempat ditanami pisang oleh warga.
Camat Dumai Kota, Agus Gunawan mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU terkait adanya aksi warga yang melakukan tanam pisang di drainase.
"Alhamdulillah, mulai Senin (30/9) ini sudah mulai dilakukan pengerukan atau normalisasi pendangkalan drainese di Jalan Sultan Hasanudin, tepatnya di depan Karaoke Pink," kata Agus, Minggu (29/9).
Menurutnya, sebelumnya pihak Pemko Dumai memang sudah berencana akan melakukan normalisasi di awal bulan, namun terkendala sosialisasi kepada masyarakat. Pasalnya jika dilakukan normalisasi atau pengerukan, tentunya akan mengganggu aktifitas jual beli dan kegiatan masyarakat di sekitar kawasan itu.
Untuk itulah, tambahnya, pihak PU Dumai telah meminta bantuan kepada pihak Kecamatan Dumai Kota, untuk melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan para pedagang yang berada dekat dengan drainase.
"Nantinya normalisasi drainase juga akan dilakukan di Jalan Sultan Sarif Kasim dan Sukajadi (Ombak)," sebutnya.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam kegiatan normalisasi tersebut, untuk tahap awal akan lebih memprioritaskan drainase yang terbuka atau tidak tertutup.
"Jadi kan ada ni drainase yang sudah ditutup oleh warga untuk jalan masuk. Jadi itu nanti kita cari jalan keluarnya, untuk yang pertama ini drainase yang terbuka saja dulu," terangnya.
Agus mengaku telah menghubungi Lurah dan RT terkait, tentang akan dilakukannya normalisasi drainase di sekitarnya. Sehingga mereka bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar terkait kegiatan ini.
"Untuk pembuangan lumpurnya nanti juga akan kita bantu. Kalau dibuang ke TPA membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi kami putuskan akan membuangnya ke kawasan Petak Panjang, dan kita sudah meminta izin kapada pemiliknya, dan Allhamdulillah beliau mendukung. Nanti kita drop ke Petak Panjang," sebutnya.
Agus berharap, baik Lurah, RW, RT, dan masyarakat, mendukung kegiatan normalisasi ini, sehingga kegiatan ini bisa cepat selesai sebelum musim penghujan tiba.
"Kalau drainasenya dangkal, tentunya kalau musim hujan kawasan sekitar akan kebanjiran, karena drainase tak bisa lagi menampung air. Semoga kegiatan ini bisa selesai sebelum musim hujan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/warga-dumai-tanam-pisang-di-drainase.jpg)