Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Hidup Soe Hok Gie: Berontak Soal Surat G30S/PKI 'Surat yang Tidak Ada Gunanya'

Soe Hok Gie juga menumpahkan kemuakannya pada aturan itu.Dia menganggap surat tidak terlibat G30S adalah kesia-siaan belaka.

Tayang:
Dokumentasi Mapala UI
Soe Hok Gie 

Kisah Hidup Soe Hok Gie: Berontak Soal Surat G30S/PKI 'Surat yang Tidak Ada Gunanya'

TRIBUNPEKANBARU.COM - Meledaknya tragedi kemanusiaan Gerakan 30 September (G30S) 1965 membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan pembersihan orang-orang komunis.

Kebijakan itu diimplementasikan dengan dibuatnya aturan pembuatan surat tidak terlibat G30S sejak akhir 1965.

Surat itu mirip dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang biasa dijadikan syarat bagi seseorang yang hendak melamar pekerjaan.

Namun, surat keterangan tidak terlibat G30S tidak hanya ditujukan bagi mereka yang ingin bekerja, tapi juga mereka yang akan masuk sekolah dan pindah rumah.

Bahkan surat tidak terlibat G30S ini konon juga menjadi syarat seseorang ketika akan melangsungkan pernikahan.

“Tujuan dari surat ini memang baik, yaitu mencegah agar oknum-oknum komunis (yang nilainya kini lebih rendah dari kambing) tidak menyelusup ke dalam bidang-bidang kemasyarakatan,” tulis Soe Hok Gie dalam artikelnya yang berjudul “Surat Tidak Terlibat G30S”.

Artikel itu kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku “Soe Hok Gie, Zaman Peralihan”.

Baca: Pajak Burung Walet Rp 102 Juta, Bapenda Pekanbaru Optimistis Capai Target Pajak Daerah

Baca: Antisipasi Demonstrasi 30 September, Sekitar Gedung DPR Kembali Dipagari Beton dan Kawat Duri

Baca: Dikira Boneka, Nenek di Cianjur Temukan Mayat Bayi Dalam Bak Mandi, Ternyata Dibunuh Ibu Kandung

Soe Hok Gie juga pernah diharuskan membuat surat tidak terlibat G30S ketika ia hendak membuat paspor.

Meski saat itu Gie berstatus sebagai mahasiswa dan juga pegawai negeri, yang notabene telah lolos screening dari dekan dan rektor, namun dia tetap diharuskan membuat surat sakti itu.

“Saya harus di RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, Koramil. Saya tak peduli dengan semua peraturan tadi (saya anggap hanya dibuat-buat saja dan tidak ada gunanya),” lanjut Gie.

Dia akhirnya berhasil melalui semua prosedur berbelit itu berkat surat pengantar dari Sinar Harapan, harian yang biasa menerbitkan artikel-artikelnya.

Soe Hok Gie juga menumpahkan kemuakannya pada aturan itu.

Dia menganggap surat tidak terlibat G30S adalah kesia-siaan belaka.

Sebab, prosedur-prosedur yang ada sebenarnya juga sangat mudah dilewati dengan minta bantuan ke ‘orang dalam’.

Semua akan menjadi mudah dan cepat dengan praktik suap-menyuap.

Baca: 5 Zodiak Ini Sering Banget Bokek Pas Akhir Bulan, Susah Ngerem Sifat Boros

Baca: TERUNGKAP! Rezky Aditya Buka Suara soal Pertemuan dengan Keluarga Besar Citra Kirana

Baca: Dilengkapi Video & Sinopsis, Inilah Deretan Drama Korea (DRAKOR) Tayang Oktober 2019 Nanti

Jika mengurus sendiri, setelah dilempar-lempar dari satu kantor ke kantor lain, ujung-ujungnya biasanya hanya ditanya sila-sila dalam Pancasila untuk membuktikan orang tersebut tidak terlibat G30S.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved