Ubah Prilaku BAB Sembarangan, Tim Fakultas Kedokteran Unri Penyuluhan di Desa Buluh Cina

Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Universitas Riau melakukan pemicuan untuk stop buang air besar sembarangan (BABS) di Desa Buluh Cina.

Ubah Prilaku BAB Sembarangan, Tim Fakultas Kedokteran Unri Penyuluhan di Desa Buluh Cina
foto/istimewa
Tim FK Unri dorong warga Desa Buluh Cina ubah prilaku BAB sembarangan dan prilaku cuci tangan pakai sabun. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Universitas Riau melakukan pemicuan untuk stop buang air besar sembarangan (BABS) di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Kegiatan salah satu pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) bekerjasama dengan Puskesmas Siak Hulu Tiga.

Dr Zahtamal, SKM, MKes sebagai ketua Tim Pengabmas Fakultas Kedokteran Unri mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi hasil survei awal beberapa rumah yang ada di sepanjang aliran Sungai Kampar.

Khususnya Desa Buluh Cina diketahui masih banyak masyarakat berperilaku BABS atau tidak di sarana jamban yang memenuhi syarat kesehatan.

Kondisi ini tentunya memprihatinkan, karena dampak dari BABS antara lain turunnya derajat kesehatan masyarakat, aspek sosial yang terganggu, serta pencemaran lingkungan.

Apalagi desa ini telah dicanangkan menjadi desa wisata, tentu akan berdampak pada estetika.

Secara individu, dampak BABS berupa timbul dan meningkatnya berbagai penyakit. Antara lain penyakit diare, kecacingan, hepatitis, dan lain-lain.

“Berdasarkan data dan situasi ini, akhirnya tim pengabdian mencetuskan ide, perlunya upaya perubahan perilaku masyarakat,” ujar dr Zahtamal, Jumat (4/10/2019).

Dia mengatakan, mengubah perilaku masyarakat tentunya bukanlah suatu yang mudah. Sebagai langkah awal dilakukan pemicuan perilaku untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman serta menggali kemauan masyarakat dalam menciptakan perilaku BAB di jamban yang sehat.

“Upaya stop buang air besar sembarangan (SBS) merupakan bagian dari lima pilar STBM.
Rangkaian kegiatan pemicuan STBM antara lain meningkatkan stop buang air besar sembarangan,” jelas dr Zahtamal.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved