Pelalawan

Tilap DD Hingga Rp 1.4 M, Tipikor Mantan Kades di Pelalawan Riau Ini Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan

Ternyata masih ada satu lagi mantan Kades yang terjerat korupsi ditangani Tipikor Polres Pelalawan.

Tilap DD Hingga Rp 1.4 M, Tipikor Mantan Kades di Pelalawan Riau Ini Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan
istimewa
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian 

Tilap Dana Desa Hingga Rp 1.4 M, Kasus Tipikor Mantan Kades Sungai Solok Pelalawan Riau Dilimpahkan ke Kejaksaan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan Riau telah melimpahkan mantan Kepala Desa (Kades) Sering Kecamatan Pelalawan, M Yunus, ke Kejari Pelalawan pada Selasa (8/10/2019) lalu dalam perkara korupsi pengurusan SKGR.

Ternyata masih ada satu lagi mantan Kades yang terjerat korupsi ditangani Tipikor Polres Pelalawan.

Bahkan tersangka berinisial AH sudah menjalani penahanan selama dua bulan lebih di sel tahanan Mapolres.

AH terjerat perkara korupsi Dana Desa (DD) tahun 2017-2018 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,4 Miliar.

"Insya Allah dalam waktu dekat akan segera kita limpah juga. Sekarang sedang proses P19, pemberkasan dengan JPU," kata Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasym Risahondua SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (9/10/2019).

Baca: Kejari Pelalawan Riau Langsung Tahan Mantan Kades Sering Setelah Dilimpahkan Penyidik Tipikor Polres

Baca: Seword Ungkap Nama di Tim Buzzer untuk Istana: Ada Denny Siregar, Abu Janda dan Eko Kuntadhi

Baca: Prediksi Kabinet Jokowi-Maruf: Muncul Nama Anak 3 Mantan Presiden, Termasuk Putra BJ Habibie

Kasat Teddy menjelaskan, hingga ni tersangka AH masih ditahan oleh penyidik Tipikor untuk mempermudah proses melengkapi berkas perkara.

Pihaknya sedang memenuhi petunjuk yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan.

Jika dinyatakan lengkap atau P21, tersangka dan barang bukti akan kembali diserahkan melalui proses tahap dua dari kepolisian ke korps Adhyaksa.

Teddy menerangkan, Kades AH menilap dana desa sebanyak Rp 1,4 M selama dua tahun berturut-turut. Modus yang digunakan AH dalam menyelengkan anggaran desa dengan melampirkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif dan tak sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

"Anggarannya diambil tapi pekerjaan tak sesuai dengan yang direncanakan. Mudah-mudahan tak ada kendala dalam waktu dekat," tambah Teddy. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved