Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

BKKBN Riau Kuatkan Peran Sekolah Siaga Kependudukan

Program pendidikan kependudukan dibutuhkan agar masyarakat sadar dan berperan dalam menyelesaikan masalah tersebut terkait kependudukan.

Editor: Hendra Efivanias
Foto/Istimewa
KEPENDUDUKAN - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Agus P Proklamasi membuka acara langkah penguatan dan pengembangan kerjasama pendidikan kependudukan tingkat Provinsi Riau, Senin (4/11/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan kependudukan di Provinsi Riau dianggap sangat kompleks.

Untuk itu, dibutuhkan program pendidikan kependudukan agar masyarakat sadar dan turut berperan dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Selain persoalan kuantitas, juga ada masalah kualitas, kemiskinan dan juga kesejahteraan yang tidak merata antar satu daerah dengan daerah lainnya,” ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Agus P Proklamasi, Senin (4/11/2019).

Kemarin, BKKBN menggelar langkah penguatan dan pengembangan kerjasama pendidikan kependudukan tingkat Provinsi Riau.

Kegiatan yang digelar hingga 5 November itu diikuti oleh peserta dari kabupaten/kota.

Honorer RSUD di Riau Ditangkap Polisi Terkait Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Pelaku Dikenal Kalem

Agus menjelaskan, saat ini laju pertumbuhan penduduk (LPP) di Riau ada di angka 3,59 persen per tahun.

Jumlah ini jauh melebihi rata-rata nasional yaitu, 1,49 persen per tahun.

Kondisi ini perlu ditindaklanjuti. Sehingga LPP itu bisa dikendalikan atau mengalami penurunan.

Dia tak menampik, masalah kependudukan ini berdampak jangka panjang.

Renang Sumbang Medali di Porwil, Diperkirakan Masih Bisa Bertambah

Bahkan, jika tak diperhatikan, kondisi sosial dan ekonomi Indonesia dapat memburuk.

“Karena itu, perlu ada sinergitas antarsemua pihak. Sehingga dicari langkah antisipasi masalah yang ditimbulkan dari kondisi kependudukan tersebut,” ujar Agus.

Salah satu solusinya yaitu meningkatkan peran guru dalam menanamkan pengetahuan, sikap dan perilaku reponsif serta adaptif ketika menghadapi masalah kependudukan.

Terutama pada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.

Langkah penanganan itu terwujud lewat program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Dimana, program ini mengintegrasikan kesadaran soal kependudukan dengan mata pelajaran.

Pendidikan kependudukan itu dilakukan tak sekadar di sekolah formal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved