Berita Riau

15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa

Selama 15 tahun dikurung dan tidak pernah injakkan kaki ke tanah, 9 warga Riau harus di rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru karena mengalami

15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa 

15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Selama 15 tahun dikurung dan tidak pernah injakkan kaki ke tanah, 9 warga Riau harus di rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru karena mengalami gangguan jiwa.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan Riau berhasil melepaskan sembilan warga yang mengalami gangguan jiwa dari pemasungan dalam satu bulan terakhir ini.

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

 MISTERI Kematian Tahanan di Riau, Sempat Kejang-kejang dalam Sel, Ujung Jari Membiru

 STORY-Jaksa Ini Pernah Tangani Kasus Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, Kini Jabat Kajari Pekanbaru

 Wakil Rakyat Cantik di Riau Pikir-pikir Maju di Pilkada Rohil 2020 Tunggu Situasi Politik dan Partai

Sembilan warga yang menderita gangguan kejiwaan itu selama ini dikurung dalam ruangan khusus atau lokasi pemasungan.

Agar yang bersangkutan tidak berkeliaran di lingkungan masyarakat.

Lantaran dikuatirkan bisa mengganggu warga hingga ditakutkan mencelakai tanpa penyebab yang jelas.

"Sembilan warga kita yang dibebaskan dari pemasungan, sudah kita antar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Kota Pekanbaru. Prosesnya satu bulan ini kita lakukan," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskes Pelalawan, Asril M.Kes, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (5/11/2019).

15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa
15 Tahun Dikurung dan Tidak Pernah Injakkan Kaki ke Tanah, 9 Warga Riau Harus Dirujuk ke RS Jiwa (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Asril menjelaskan, program bebas pasung yang dijalankan Diskes melibatkan instansi terkait dan tokoh masyarakat sekitar.

Mulai dari kepolisian, TNI, serta pihak lain untuk memberikan pemahaman kepada pihak keluarga yang bersangkutan agar menyetujui anggota keluarganya dibawa ke RSJ Tampan.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved