Tabrak Pengendara GrabWheels Hingga ada Yang Tewas, DH tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Pengemudi Camry berinisial DH yang menabrak Pengendara GrabWheels Hingga ada Yang Tewas tak dilakukan penahanan.

Tabrak Pengendara GrabWheels Hingga ada Yang Tewas, DH tak Ditahan, Ini Alasan Polisi
KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019). 

Tabrak Pengendara GrabWheels Hingga ada Yang Tewas, DH tak Ditahan, Ini Alasan Polisi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pengemudi Camry berinisial DH yang menabrak Pengendara GrabWheels Hingga ada Yang Tewas tak dilakukan penahanan.

Kapolisian punya alasan tersendiri hingga tidak melakukan upaya penahanan terhadap DH.

Polisi menegaskan status penahanan pengendara Camry berinisial DH, tidak terpengaruh oleh latar belakang keluarganya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, status penahanan DH merupakan kewenangan penyidik.

Pasalnya, polisi memutuskan tidak menahan DH walaupun dia telah ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan yang menyebabkan tewasnya dua pengguna skuter listrik.

DH dijerat Pasal 310 Juncto Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Fahri bahkan mengungkapkan, polisi tidak mengetahui latar belakang keluarga DH.

"Kami tidak memperdalam masalah itu (latar belakang keluarga korban) karena kalau penyidik lebih kepada hal-hal yang terkait masalah kronologis kejadian," ujar Fahri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Fahri mengatakan, alasan tidak ditahannya tersangka karena penyidik mempertimbangkan tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

Tersangka DH hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu hingga proses penyidikan rampung.

"Kalau tidak dilakukan penahanan, itu tetap dilakukan wajib lapor," ungkap Fahri.

Sebelumnya diberitakan, dua orang pengguna skuter listrik GrabWheels tewas setelah ditabrak oleh DH. Saat itu, mereka tengah menggunakan skuter listrik di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019) dini hari.

Adapun dua orang yang tewas itu bernama Wisnu (18) dan Ammar (18). Sementara itu, empat orang lainnya mengalami luka-luka, yaitu Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan, dan Wanda. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan tersangka DH positif mengonsumsi alkhohol.

Akibatnya, DH kehilangan konsentrasi saat mengendarai mobilnya dan menabrak pengendara skuter listrik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/11/14/15002821/penabrak-pengguna-grabwheels-tidak-ditahan-bukan-karena-anak-orang.

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved