Pilkada Riau 2020
Pilkada Rohil 2020, Ahmi Septari Daftar ke 5 Partai, Bersaing dengan Dokter Muda & Legislator Cantik
Ketua DPW Perindo Riau maju di Pilkada Rohil 2020, Ahmi Septari sudah daftar ke lima partai politik, bakal bersaing dengan dokter muda dan legislator
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nolpitos Hendri
Pilkada Rohil 2020, Ahmi Septari Daftar ke 5 Partai, Bersaing dengan Dokter Muda & Legislator Cantik
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ketua DPW Perindo Riau maju di Pilkada Rohil 2020, Ahmi Septari sudah daftar ke lima partai politik, bakal bersaing dengan dokter muda dan legislator cantik.
Para tokoh Riau yang berasal dari Rohil atau Rohil sudah menabuh genderang perang untuk maju pada Pilkada Rohil 2020, di antaranya Ketua DPW Perindo Riau Ahmi Septari, dokter muda dan legislator cantik.
Dokter muda yang maju pada Pilkada Rohil itu adalah politisi muda Partai Nasdem bernama Muhammad Maliki.
Sedangkan legislator cantik itu bernama Kamila Sari, dan ia merupakan politikus perempuan asal Rohil, serta ia sosok yang dijagokan untuk maju pada Pilkada Rohil 2020.
Ahmi Septari adalah anak dari mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, juga seorang politisi muda yang kini menjabat Ketua DPW Perindo Riau, dan sebagai bentuk keseriusannya maju di Pilkada Rohil 2020, ia sudah mendaftar ke lima pertai politik di Riau hingga kemarin.
Lima partai yang dilamar Ahmi Septari sebagai perahu untuk berlayar di Pilkada Rohil 2020 itu adalah Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, Partai Nasdem dan PDI Perjuangan.
Berikutnya Ahmi Septari juga akan mendaftar ke beberapa partai lainnya yang belum membuka penjaringan.
"Sekarang sudah daftar di Gerindra, Demokrat, PKS, Nasdem, dan PDI Perjuangan, saya juga akan daftar ke beberapa partai lainnya," ujar Ahmi Septari kepada tribunpekanbaru.com Kamis (14/11/2019).
Menurut Ahmi Septari selain komunikasi secara iIntens dengan partai politik, ia juga terus berkomunikasi dengan sejumlah tokoh yang juga akan maju di Pilkada Rohil 2020.
"Semuanya terus berjalan, saya masih terus Komunikasi dengan banyak tokoh membicarakan kedepannya untuk Rohil tentunya," ujar Ahmi Septari.
Alasan Ahmi Septari untuk ikut bertarung pada Pilkada Rohil sederhana, karena miris melihat kondisi Rohil saat ini yang menurutnya berbanding terbalik kondisi masyarakat dengan sumber daya alam yang ada.
"Saya sebagai anak muda dan junior, melihat Rohil sangat besar potensi, Rohil punya Lumbung padi, blok Rokan juga di Rohil dan hasil laut terbesar di Panipahan Rohil, serta sawit. Kemudian lokasi cukup strategis dekat dengan Dumai pintu tol laut dunia dan Sumut sebagai kawasan industri," ujar Ahmi.
Namun faktanya apa yang ada sekarang menurutnya masyarakat masih jauh dari yang diinginkan dari kesejahteraan, sehingga dibutuhkan strategi baru pembangunan masa kini.
"Kalau diikuti pola lama tidak akan bergerak. Paling tidak potensi di Rohil bisa bermanfaat bagi daerah. Butuh sebuah dorongan yang besar dari kepala daerah untuk merumuskan konsep masa kini," jelasnya.
Sebagai pengusaha dan yang aktif berorganisasi, menurut Ahmi Septari seorang pemimpin tidak hanya bisa dengan modal pengalaman birokrat, namun perlu peran bisnis, organisasi dan pengalaman lainnya yang berhubungan dengan kondisi terkini.
"Saya harir sebagai pemimpin alternatif masyarakat dimasa kini. Biarlah masyarakat yang menilai nantinya," ujarnya.
Saat ditanya masih banyaknya tokoh senior yang kemungkinan juga ikut maju di Pilkada seperti misalnya Suyatno dan Jamiluddin serta Asri Auzar, bagi Ahmi tidak akan jadi halanagan.
"Pastinya tokoh senior selalu ada dalam demokrasi namun dikembalikan lagi kepada masyarakat, kita cukup adu program dan bagaimana bisa mengadu kompetisi dalam komunikasi politik. Kalau banyak yang maju maka akan menambah pilihan masyarakat yang lebih dinamis lagi," jelas Ahmi.
Dokter Muda Maju di Pilkada Rohil 2020
Dokter muda di Riau yang juga politisi muda Nasdem Muhammad Maliki mencoba keberuntungan untuk bertarung di Pilkada Rohil 2020.
Di usianya yang masih muda merasa terpanggil untuk ikut membenahi kampung halamannya.
Muhammad Maliki termasuk salah satu balon paling muda yang muncul untuk Pilkada Serentak 2020 di Riau.
Ia lahir di Teluk Pulau Hilir, 23 Mei 1992, Rimba Melintang, Kabupaten Rohil, selain berprofesi sebagai dokter, ternyata Maliki juga sebagai pengusaha.
Bila dibandingkan calon lain, nama Maliki dianggap politisi palinguda untuk ikut bertarung dalam kontestasi Pilkada serentak, karena saat ini usia Maliki masih 27 tahun.
Sedangkan yang muncul saat ini masih didominasi wajah senior dan rata-rata usia diatas 40 tahun. Tentu munculnya Maliki membawa warna baru dalam kancah politik jelang Pilkada.
Sebelumnya pada pemilu 2019 lalu, Maliki sempat maju untuk anggota DPR RI dari partai Nasdem, hanya saja belum bisa duduk di Senayan karena Nasdem tidak bisa meraih kursi dari Riau.
"Sebagai anak muda, saya merasa terpanggil saja untuk maju di Rohil, ini hak dari semua, termasuk saya sebagai anak muda," ujar Maliki yang selalu bergaya stylish itu saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com Minggu (3/11/2019).
Maliki punya kans besar, apalagi sudah berkaca pada pemilu lalu saat maju untuk DPR RI, Maliki punya suara yang cukup lumayan besar dan menjadiodaln dirinya bisa lebih dikenal masyarakat.
"Insa Allah saya sudah dikenal di kalangan masyarakat, tentunya saya juga membawa semangat dan visi yang jelas juga untuk Rohil," ujar Maliki.
Maliki mengusung semangat millenial yang tentunya bagi dia sangat tepat untuk memimpin Rohil yang saat ini perlu perhatian serius.
Alumni Fakultas Kedokteran UR, magister kesehetan Stikes Hangtuah ini juga yakin masyarakat bisa menerima kehadiran semangat anak muda seperti dirinya yang berniat ingin berkontribusi untuk daerah.
Untuk saat ini Maliki terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai partai termasuk ikut penjaringan dengan partai PKS dan partai lainnya.
Namun Maliki yakin duet dengan PKS bisa membawa angin yang bagus untuk Pilkada Rohil.
"Apalagi di tingkat pusat juga antara pak Surya Paloh dengan Presiden PKS juga sudah bertemu dan semangat untuk bersama, semoga dilanjutkan dengan koalisi di Rohil," ujarnya.
Tidak itu saja, karena pada Pilkada Gubernur lalu juga lanjut Maliki duet PKS dengan Nasdem juga membawa kemenangan bagi Syamsuar-Edi, tentunya lanjut Maliki kerjasama dua partai ini selalu membawa keberuntungan.
"Namun semuanya masih bergulir dan berproses, saya juga masih lakukan komunikasi politik dengan partai lainnya," jelas Maliki yang aktif berorganisasi tersebut.
Legislator Cantik Pikir-pikir Maju di Pilkada Rohil
Legislator cantik di Riau pikir-pikir maju di Pilkada Rohil 2020 dalam agenda Pilkada Riau 2020, tunggu situasi politik dan partai sebagai perahu.
Legislator cantik itu bernama Kamila Sari, dan ia merupakan politikus perempuan asal Rohil (Rohil), serta ia sosok yang dijagokan untuk maju pada Pilkada Rohil 2020.
Namun sampai saat ini Legislator cantik ini masih berpikir-pikir untuk serius maju karena masih banyak pertimbangan lain.
"Yang jelas silahkan orang mendorong saya (untuk maju), kalau saya sampai saat ini masih pikir-pikir untuk maju," ujar Karmila Sari kepada tribunpekanbaru.com pada Senin (4/11/2019).
Menurut Anggota DPRD Riau Dapil Rohil, Karmila Sari mengaku bahwa hingga saat ini, dirinya masih menunggu perkembangan dari situasi politik dan partai untuk maju pada Pilkada Rohil 2020.
Politisi wanita berparas cantik ini menambahkan, dalam menentukan maju tidaknya ia di Pilkada, tentunya harus di pikirkan dan dipersiapkan. Secara matang, baik dari segi perahu partai, maupun ketokohan, dan pasangan.
"Tentu banyak pertimbangan. Kan kita kalau bergerak itu untuk menang. Dari mulai kesiapan hingga pasangan calonnya. Kita lihat lah ya perkembangannya," ujarnya.
Untuk partai Golkar menurut Karmila Sari selalu mengambil keputusan terakhir untuk mengajukan nama yang akan diusung, sehingga dirinya juga belum bisa membahas lebih dini.
"Yang jelas Golkar itu biasanya terakhir membuat keputusan, terlalu dini kalau sekarang dibahas," jelasnya.
Lebih lanjut saat ditanya soal bagaimana kecendrungan masyarakat Rohil dalam menentukan sikap untuk pemilihan kepala daerah, Karmila mengatakan masyarakat cenderung menilai ketokohan sang calon.
"Kalau saat ini, cenderung itu masyarakat tidak melihat partainya. Tapi ketokohan sang calon itu. Ya yang jelas masing-masing calon diharapkan bisa membawa Rohil lebih baik dari yang sekarang," jelas Karmila Sari.
Karmila Sari dalam berbagai kesempatan sempat diisukan akan bergandengan dengan beberapa tokoh diantaranya Rusli Efendi yang saat ini menjabat sebagai ketua DPP PPP.
Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution - Pilkada Rohil 2020, Ahmi Septari Daftar ke 5 Partai, Bersaing dengan Dokter Muda & Legislator Cantik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pilkada-rohil-2020-ahmi-septari-daftar-ke-5-partai-bersaing-dengan-dokter-muda-legislator-cantik.jpg)