Tower Tumbang

BREAKING NEWS: Tower Disdukcapil Pelalawan Riau Tumbang Ditiup Angin Kencang, Timpa Mobdin

Menara milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pelalawan Riau tumbang pada Selasa

BREAKING NEWS: Tower Disdukcapil Pelalawan Riau Tumbang Ditiup Angin Kencang, Timpa Mobdin
Ist
Tower milik Disdukcapil Pelalawan tumbang menimpa mobil dinas dan atap kantor akibat tertiup angin, Selasa (19/11/2019). 

Tower Milik Disdukcapil Pelalawan Riau Tumbang Ditiup Angin Kencang, Timpa Mobdin dan Atap Kantor

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Menara milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pelalawan Riau tumbang pada Selasa (19/11/2019) sore lalu akibat tertiup angin kencang.

Menara pemancar setinggi 30 meter itu terletak di areal kantor Disdukcapil. Tower yang terbuat dari besi tersebut jatuh hingga menimpa sebual Mobil Dinas (Mobnas) dan atas kantor. Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupu korban luka.

"Diperkirakan karena tertiup angin kencang dan disusul hujan gerimis. Itu penyebabnya hingga tumbang," ungkap Sekretaris Disdukcapil Pelalawan, Jonni Naidi, kepada tribunpelalawan.com, Rabu (20/11/2019).

Jonni Naidi menerangkan, menara pemancar itu tidak dipakai lagi selama ini.

Sebelumnya tower itu digunakan sebagai pemancar untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) jenis Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Tower milik Disdukcapil Pelalawan tumbang menimpa mobil dinas dan atap kantor akibat tertiup angin, Selasa (19/11/2019).
Tower milik Disdukcapil Pelalawan tumbang menimpa mobil dinas dan atap kantor akibat tertiup angin, Selasa (19/11/2019). (Istimewa)

Sejak pemberlakuan KTP Elektronik yang menggunakan sistem satelit secara online, perangkat tersebut tak digunakan lagi.

Dikatakannya, Mobdin jenis Toyota Innova merupakan kendaraan operasional yang dipakai pegawai, ketepatan diparkirkan di dekata tower tua tersebut. Alhasil kaca belakang dan bagian atap mobil plat merah itu mengalami kerusakan.

"Untung saja mobil masyarakat yang datang mengurus administrasi tidak ada disekitar itu. Usia towernya juga sudah termasuk lama," tambah Jonni Naidi.

Sebenarnya, tambah Jonni, pihaknya telah mengusulkan menara itu masuk dalam daftar aset yang harus dihapuskan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Pihaknya memperkirakan untuk menurunkan menara itu dibutuhkan dana Rp 20 juta, sedangkan harga jual besi-besi bekasnya nanti diperkirakan tak sampai Rp 5 juta. Sebelum aset tersebut dihapus secara legal, angin kencang menyapu dan menumbangkannya. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved