Penyalahgunaan Narkoba di Riau

Penyalahgunaan Narkoba di Riau, Selama 2019 Ada 2 Kasus Narkotika Disertakan Penerapan Pasal TPPU

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Suhirman menyatakan, pihaknya juga mendalami potensi penerapan pasal TPPU terhadap para pelakunya.

Penyalahgunaan Narkoba di Riau, Selama 2019 Ada 2 Kasus Narkotika Disertakan Penerapan Pasal TPPU
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol Suhirman didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dan Wadir Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Christian Rrony sedang memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers mengenai Operasi Antik 2019 di Media Center Humas Polda Riau, Kamis (5/12). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Penyalahgunaan Narkoba di Riau, Selama 2019 Ada 2 Kasus Narkotika Disertakan Penerapan Pasal TPPU

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Suhirman menyatakan, selain penerapan pasal tindak pidana narkoba, pihaknya juga mendalami potensi penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap para pelakunya.

Hal ini katanya, guna memiskinkan para pelaku, terutama yang terindikasi sebagai bandar dan pengendali.

"Ini untuk memiskinkan para penyalahguna ini, terutama bandar dan pengendali. Namun prosesnya cukup panjang. Yang jelas jika ada kasus yang terindikasi merugikan negara sangat banyak, penerapan TPPU-nya dimaksimalkan," jelasnya, Kamis (5/12/2019).

"Kecuali statusnya sebagai pengguna, proses lidik TPPU tetap kita lakukan, namun jangka waktu lebih panjang lagi," sambung dia lagi.

Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Babel ini pun menerangkan, seluruh kemungkinan bisa diterapkan pasal TPPU, atas tindak pidana asal narkoba, semuanya akan didalami.

"Hanya kami belum bis menyampaikan sekarang. Karena proses masih berjalan. Yang jelas selama 2019 ini, ada 2 pengusutan kasus TPPU. Yang tahun 2018 juga masih ada sedang proses," bebernya.

Sementara itu terkait upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, untuk tingkat Markas Besar (Mabes) Polri, rencananya akan dilakukan peningkatan kerjasama dengan pihak kepolisian negara tetangga, seperti Malaysia.

Sebagaimana diketahui, narkoba yang masuk ke Indonesia, sebagian besar dipasok dari Negeri Jiran tersebut.

"Akan dimulai pada Februari nanti. Akan ada sharing informasi, saling berbagi, mendalami modus operandi, pola kerja para pelaku dan lain-lain. Koordinasi lebih ditingkatkan lagi," ujarnya.

Suhirman menegaskan, terhadap para tersangka kasus narkoba yang ditangkap, semuanya akan diproses seperti seharusnya, sesuai Undang-Undang yang berlaku.

"Kita proses tanpa pandang bulu siapa orangnya. Yang kita tangkap ini, ada yang laki-laki ada yang perempuan, golongan umur bervariasi, dan profesinya beragam," urainya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved